oleh

1 Agustus, Gaji Triwulan II Guru Kontrak Kabupaten MBD Dibayar

-Daerah-42 views

Kabartoday, AMBON – Dipastikan, pada tanggal 1 Agustus 2020, Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) akan membayarkan gaji triwulan II untuk guru kontrak serta pegawai kontrak lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten MBD.

Kepastian ini disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten MBD Ferdinand kepada wartawan Kamis (30/7/2020).

“Gaji pegawai honorer untuk triwulan II yaitu bulan April, Mei dan Juni akan dibayarkan pada tanggal 1 Agustus nanti melalui rekening bank masing-masing pegawai,” ungkap Lewier.

Dijelaskan, karena adanya pandemi Covid-19 ini dimana Kabupaten MBD masuk dalam kategori zona kuning, sehingga mekanisme pembayaran gaji pegawai honorer dilakukan melalui rekening tabungan masing-masing pegawai.

Sementara untuk gaji guru kontrak dan pegawai kontrak triwulan I yaitu bulan Januari, Februari dan Maret 2020 telah selesai dibayarkan secara manual.

Pernyataan ini ia ungkapkan untuk menepis informasi liar yang berkembang bahwa gaji guru dan pegawai honorer belum dibayarkan selama empat bulan terakhir karena terkait urusan politik jelang Pilkada Kabupaten MBD pada bulan Desember mendatang.

BACA JUGA:  Wakepsek SMAN 3 Petahan Jaya Catut Nama Sekolah Untuk Kepentingan Pribadi

“Tidak ada sangkut pautnya dengan urusan politik. Ini murni prosedural yang harus dipenuhi untuk bisa dibayarkan gaji kepada para pegawai dan guru kontrak daerah,” jelas Lewier.

Jebolan Universitas Pattimura ini beberkan untuk pegawai kontrak di lingkup Dinas Dikbud Kabupaten MBD terbagi dua kategori yaitu Guru kontrak serta pegawai atau tatalaksana.

Untuk kuota pegawai kontrak tahun 2020 total sebanyak 1044 orang dengan rincian guru kontrak 727 orang dan pegawai/tatalaksana kontrak 317 orang.

Untuk guru kontrak 727 orang terdiri dari 71 orang guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 254 guru Sekolah Dasar (SD) serta 402 orang guru Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sementara untuk pegawai/tatalaksana pada tingkat PAUD sebanyak 14 orang, SD 111 orang, SMP 73 orang. Yang bekerja di Kantor Koordinator Wilayah (Koorwil) sebanyak 53 orang dan pada Kantor Dinas Dikbud ada 66 orang.

Untuk besaran gaji para pegawai kontrak ini bergantung pada latar belakang pendidikan. Untuk pegawai yang berijazah Sarjana (S-1) sebesar 1,5 juta rupiah per bulan, ijazah Diploma sebesar 1.250.000 per bulan dan untuk yang berijazah SMA diberikan gaji 1 juta rupiah per bulan.

BACA JUGA:  Zainuddin Siregar: Masyarakat Hindari Calo PPPK

Pembayaran gaji triwulan I yang dilakukan secara manual telah dibayarkan kepada 929 pegawai dan guru kontrak. Sisanya 115 pegawai belum dibayar karena tidak berada di tempat tugas sesuai laporan dari masing-masing Koorwil di tiap kecamatan.

Sementara untuk gaji triwulan II yang akan ditransfer via rekening bank pegawai, telah siap dibayarkan untuk 595 orang pegawai.

Lewier katakan SP2D gaji triwulan II untuk 595 pegawai ini telah keluar dan siap untuk dibayarkan pada 1 Agustus nanti yang akan ditransfer ke rekening masing-masing pegawai.

Mengingat SP2D para pegawai honorer masuk di bagian keuangan sudah diatas tanggal 20 Juli, sehingga pihak Bank belum memindahbukukan ke masing-masing rekening. Proses pemindahbukuan baru akan dilakukan pada tanggal 1 Agustus nanti.

BACA JUGA:  Wakil Bupati Minta Warga Karawang Bisa Ngaji

“Sementara untuk 449 orang pegawai honorer lainnya hingga saat ini belum juga memasukan nomor rekening serta belum berada di tempat tugas. Ini sesuai laporan para Koorwil yang didapat dari masing-masing Kepala Sekolah,” tandas Lewier.

Menurutnya ke-449 orang ini belum ke tempat tugas dengan alasan terhalang pandemi Covid 19 dan rekening mereka juga belum mereka masukan. Meskipun demikian Lewier menjamin apabila para guru itu telah sampai di tempat tugas dan telah memasukkan rekeningnya maka pihaknya segera memproses dan melakukan pembayaran gaji mereka.

“Bagi mereka yang belum ada di sekolah tidak mungkin dibayar gajinya karena harus berada di sekolah dan menjalankan tugasnya. Lagi pula harus menyertakan keterangan dari kepala sekolah dan koorwil Kecamatan,” tegas Lewier.

Untuk itu, ia katakan tidak ada kendala untuk membayarkan gaji para pegawai dan guru kontrak jika semua persyaratan yang diminta yaitu memasukan nomor rekening dan mereka juga berada di tempat tugas. (Manuel)

Komentar