oleh

14 ABK KM Cantika Lestari 99 Gunakan Surat Rapid Test Palsu

Kabartoday, AMBON – KM Cantika Lestari 99 milik PT Pelayaran Dharma Indah batal berangkat dari Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon menuju ke Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Rencananya, kapal cepat ini akan bertolak dari Ambon menuju MBD pada Kamis (20/8/2020) sore. Tetapi oleh Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan meminta untuk ditunda keberangkatan kapal ini.

Penyebabnya karena seluruh ABK KM Cantika Lestari 99 ini menggunakan Surat Keterangan Hasil Rapid Test yang terindikasi palsu.

Dengan adanya pandemi Covid-19 ini maka setiap pelaku perjalanan harus memiliki Surat Keterangan Rapid Test dengan hasil nonreaktif.

Temuan surat yang terindikasi palsu ini saat petugas kantor karantina kesehatan pelabuhan melakukan pemeriksaan syarat administrasi bagi pelaku perjalanan yang akan menggunakan jasa KM Cantika Lestari 99.

Saat memeriksa syarat administrasi milik 14 ABK, petugas melihat kejanggalan dalam surat keterangan rapid test tersebut. Mereka menduga surat tersebut palsu sehingga menunda keberangkatan kapal. Petugas curiga karena dalam surat tersebut tidak ada stempel RS Sumber Hidup sebagai pihak yang mengeluarkan surat tersebut pada petugas yang menandatangani surat itu.

BACA JUGA:  Komitment Bela Wong Cilik, Sang Fajar Kembalikan Formulir Bacabup di DPC PDI Perjuangan

Temuan surat yang diduga palsu ini kemudian dilaporkan Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan ke pihak Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS) Ambon.

Kapolsek KPYS Ambon Iptu Richard Matthew Gurning yang mendapat laporan ini kemudian bertindak cepat. Ia memerintahkan personil Reskrim langsung melakukan  penelusuran. Saat personil Polsek KPYS mengkonfirmasi RS Sumber Hidup, ternyata benar pihak RS Sumber Hidup mengaku tidak pernah menerbitkan surat keterangan rapid test tersebut kepada para ABK KM Cantika Lestari. Hal ini dibuktikan nama-nama para ABK tidak ada pada buku registrasi medik laboratorium RS Sumber Hidup.

Berbekal informasi ini, Kapolsek KPYS membawa beberapa anggotanya antara lain Kanit Intelkam Bripka Eko Prahanoto, Kanit Reskrim Bripka Haris Manuputty serta beberapa personil lainnya mendatangi KM Cantika Lestari 99 pada Jumat (21/8/2020).

BACA JUGA:  Seorang Remaja Tenggelam Disungai Cimanceuri
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon Iptu Richard Matthew Gurning,S.IK bersama Kanit Reskrim Bripka Haris Manuputty,SH memeriksa dokumen surat rapid test milik KM Cantika Lestari 99, Jumat (21/8/2020).

Ia kemudian meminta keterangan awal dari IS selaku nakhoda KM Cantika Lestari 99. Akhirnya IS mengaku untuk mendapatkan surat tersebut dari seseorang tanpa melakukan pengambilan darah sebagai syarat utama untuk melakukan rapid test.

Kapolsek KPYS Ambon Iptu Richard Matthew Gurning menegaskan akan melakukan proses hukum pada kasus ini dengan delik tindak pidana pemalsuan surat atau dokumen.

“Bukti permulaan sudah cukup dan kami akan mempersiapkan Laporan Polisi kasus ini untuk kemudian dilakukan proses hukum,” tegasnya.

Matthew yang sebelumnya menjabat Kasareskrim Polres Kepulauan Aru ini akan mendalami siapa pelaku pemalsuan dalam kasus ini, karena berdasarkan pengakuan nakhoda, ia meminta temannya untuk menguruskan soal surat rapid test tersebut.

BACA JUGA:  GKRIA Jemaat Solagracia Ambon Teguhkan 37 Anggota Sidi Baru

Matthew beberkan temuan ini berawal saat pihaknya mendapat informasi dari pihak Karantina Kesehatan Pelabuhan, terkait adanya dokumen hasil keterangan Rapid Test yang diduga palsu yang digunakan oleh ABK KM Cantika Lestari 99.

“Kemudian kami dengan beberapa anggota Polsek KPYS turun dan melakukan pengecekan terhadap nakhoda dan ABK. Setelah kami telusuri baik kepada nakhoda serta ABK bahwa memang mereka tidak melakukan rapid test,” bebernya.

Pihaknya juga telah melakukan konfirmasi perihal dokumen tersebut ke pihak RS Sumber Hidup karena surat tersebut menggunakan kop RS Sumber Hidup. Keterangan dari RS Sumber Hidup bahwa tidak pernah mengeluarkan surat yang dipegang oleh para ABK KM Cantika Lestari.

Terhadap kasus ini, PT Pelayaran Dharma Indah yang mengoperasikan KM Cantika Lestari 99 ini belum memberikan keterangan. Ketika didatangi wartawan, pimpinan kantor Thresye Lona tidak berada di tempat.

“Maaf, ibu Thres tidak berada di kantor. Sementara masih diluar. Karyawan lainnya tidak bisa memberikan keterangan,” ujar seorang office boy kantor PT Pelayaran Dharma Indah yang terletak di jalan DR. Setiabudi Kota Ambon. (IMRAN)

Komentar