oleh

171 Penumpang KM Nggapulu Debarkasi Ambon Masuk Karantina Antisipasi Covid-19

-Daerah-170 views

Kabartoday, AMBON – Sebanyak 171 penumpang KM Nggapulu yang turun di Pelabuhan Yos Sudarso Kota Ambon Minggu (29/3/2020) malam masuk proses karantina di Balai Pendidikan dan Latihan (Diklat) Pemerintah Provinsi Maluku. Mereka wajib menjalani karantina selama 14 hari untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

171 orang ini merupakan penumpang KM Nggapulu yang tidak memiliki KTP Maluku. Setelah melewati pemeriksaan kesehatan berupa pengecekan suhu tubuh dan pemeriksaan identitas, mereka dibawa ke Kantor Balai Diklat Maluku menggunakan tujuh unit bus yang telah disiapkan Pemprov Maluku. KM Nggapulu sebelum singgah di Ambon, berlayar dari Jakarta, Surabaya, Makassar serta Bau-Bau. Dari Ambon, kapal ini akan bertolak menuju Banda Naira, Tual, Dobo, Kaimana, Fak-Fak dan Sorong.

Data yang dihimpun media ini total penumpang yang turun dari KM Nggapulu berjumlah 431 jiwa. Setelah melewati pemeriksaan suhu tubuh, tidak ditemukan satu penumpang dengan suhu tubuh diatas 38°Celsius. Selanjutnya saat dilakukan pengecekan identitas, sebanyak 173 penumpang memiliki identitas atau KTP domisili di wilayah Pulau Ambon. Mereka diperbolehkan pulang ke rumah. Namun mereka diminta juga untuk melakukan isolasi mandiri di rumah serta melakukan social distancing.

BACA JUGA:  7 Cara Strategi Management Konflik, Soekirman Narasumber “Talk Show Zero Conflict Leader”

Sementara 258 penumpang ber-KTP bukan Maluku. Dari 258 jiwa ini, sebanyak 171 penumpang langsung dibawa untuk dikarantina selama 14 hari di Balai Diklat Maluku. Diantara 171 orang yang dikarantina ini, terdapat satu orang penumpang WNA berkenegaraan Perancis. Dia diduga naik KM Nggapulu dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Sedangkan 87 penumpang lainnya diperbolehkan pulang. Namun mereka diminta untuk melakukan isolasi mandiri di rumah serta melakukan social distancing.

Seorang WNA berkenegaraan Perancis yang turun dari KM Nggapulu di Ambon sementara diperiksa identitasnya oleh petugas. WNA ini kemudian ikut dibawa ke Balai Diklat untuk proses karantina selama 14 hari antisipasi penyebaran Covid-19.

Pengamanan proses debarkasi penumpang KM Nggapulu ini dilakukan oleh tim gabungan yang dipimpin Kapolsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS) Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKP Arief Budiharso didampingi Wakapolsek IPDA Abdul Kadir Kiat.

BACA JUGA:  Kapolres Pandeglang Berikan Penghormatan Terakhit Kepada Iptu H. Asep Rudiana Wijaya

Kegiatan kita malam ini adalah untuk menindaklanjuti maklumat Gubernur Maluku terkait penanganan Covid-19. Karena itu direncanakan untuk penumpang yang turun di pelabuhan Yos Sudarso Ambon akan dipisahkan antara yang mempunyai KTP Maluku dan dari luar Maluku,” ujar Budiharso.

Ia jelaskan untuk teknis pelaksanaan, untuk penumpang sejak dalam perjalanan di atas kapal sudah diberikan formulir identitas. Pada saat turun di pelabuhan ada petugas dari pelabuhan, dimana penumpang menyerahkan formulir dan menunjukkan KTP penumpang.

“Selanjutnya petugas telah menyediakan dua jenis kartu, yaitu untuk penumpang yang mempunyai KTP wilayah Maluku khususnya berdomisili di Pulau Ambon akan diberikan Kartu Warna Hijau. Kemudian keluar dari pelabuhan melewati pintu keluar seperti biasa dan diarahkan agar karantina mandiri di rumah masing-masing,” terangnya.

BACA JUGA:  Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Samosir Keluarkan Surat Edaran
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS) Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKP Arief Budiharso,SH,SIK

Sementara untuk penumpang mempunyai KTP luar wilayah Maluku akan diberikan Kartu warna Kuning. Mereka diarahkan ke tenda yang telah disiapkan. Kemudian akan dibawa ke Balai Diklat Maluku untuk dikarantina selama 14 hari.

Bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan pemeriksaan suhu tubuh, disampaikan pula maklumat Kapolri kepada para penumpang oleh Wakapolsek KPYS IPDA Abdul Kadir Kiat terkait dengan Pencegahan Covid-19 Antara lain makan makanan bergizi seimbang, rajin olahraga dan istirahat yang cukup, cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir.

Para penumpang juga diminta menjaga kebersihan lingkungan, minum air putih sebanyak 8 gelas sehari, tidak boleh merokok, makan makanan yang di masak sempurna dan jangan makan makanan dari hewan yang berpotensi menularkan Virus.

Dihimbau pula bila mengalami gangguan kesehatan seperti demam, batuk, pilek, dan sesak nafas segera ke fasilitas Kesehatan terdekat. Diminta juga untuk selalu melakukan Social Distance atau mengurangi aktivitas di luar rumah kecuali sangat diperlukan dan hindari keramaian.

Penumpang diminta juga untuk tetap tenang, jangan panik, jangan mudah percaya berita Hoax dan ikuti perkembangan informasi Virus Corona dari Pemerintah dan Instansi terkait serta jangan lupa berdoa saat beraktivitas. (Imanuel)

Komentar