oleh

2 Buron Koruptor Kelas Kakap Tertangkap Menurut IPW, Polri Kok Slow Respon?

Kabartoday, Jakarta,- Dalam keterangan persnya IPW melalui Ketua Presidium Netta S Pane Saat ini ada dua buronan kelas kakap Indonesia yang sudah tertangkap pihak keamanan di Amerika Serikat (AS) dan sudah berhasil ditangkap pihak imigrasi AS (ICE), Namun pihak Polri masih slow -slow saja menyikapinya. Tidak heboh seperti saat memburu Joko Tjandra. Padahal kedua buronan ini lebih merugikan banyak orang dan jumlah uang yang dikemplangnya lebih besar, ” tutur Netta kepada redaksi Kabartoday.co.id (5/8/2020).

Kedua buronan tersebut masuk Red Notice tahun 2018. “Kami sedang koordinasikan untuk bisa dibawa pulang ke Indonesia. Doakan bisa kita lakukan segera ya, sebab masih ada hambatan dari pihak AS disini,” ujar sumber IPW Senin (3/8).

Kedua buronan kakap itu adalah Indra Budiman dan Sai Ngo NG. Kasus Indra Budiman adalah kasus penipuan dan money laundering terkait penjualan Condotel Swiss Bell di Kuta Bali. Sedangkan Sai Ngo NG terlibat kasus korupsi terkait pengajuan 82 KUR fiktif ke Bank Jatim Cabang Woltermonginsidi Jakarta. Kedua kasus itu terjadi pada (Mei 2015). Dalam kasus ini Indra Budiman, rekannya Christopher Andreas Lie berhasil ditangkap oleh Subdit Fiskal Moneter dan Devisa Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada (Mei 2015). Kasus ini terungkap setelah keduanya diketahui menipu 1.157 orang dengan kerugian Rp 800 milyar,” beber sumber IPW.

BACA JUGA:  Komunitas Honda Jazz Akrab Dengan Nuansa Familiar

Pelaku dan rekannya Indra Budiman melakukan penipuan dengan membuat perusahaan konsultan properti yang menjual apartemen dan condotel dengan harga Rp 1 milyar lebih. Ada 12 properti yang mereka jual. PT Royal Premier Internasional bentukan keduanya menawarkan properti dikemas dengan program investasi emas dan asuransi. Iming-iming yang dilancarkan adalah balik modal di tahun ke-10 hingga ke-15. Nasabah juga mereka janjikan keuntungan, cash back sebesar dua persen, dan mendapatkan hadiah kendaraan mewah. Dalam kasus ini Christopher melakukan kontrak pembelian dengan developer atas nama korban, namun tidak membayarkan uang customer sepenuhnya. Korban tersebar di Jakarta, Bandung, Bali dan Yogyakarta. Sebagian uang digunakan untuk trading dan investasi, sebagian lagi untuk membeli rumah, tanah dan kendaraan pribadi.

BACA JUGA:  Novarinda Artis Pendatang Baru Yang Siap Akting Total

Saat Christofer tertangkap, Indra berhasil kabur ke Korea Selatan dan kemudian ke AS hingga tertangkap.
“Kita upayakan barter dgn buronan AS yg sudah ditangkap oleh Polda Bali minggu lalu,” kata sumber IPW.

Sayangnya hingga saat ini jenderal jenderal Mabes Polri belum merespon penangkapan dua buronan kelas kakap di AS ini. Rupanya para jenderal Mabes Polri masih terpukau dengan penangkapan Joko Tjandra,” tutup Netta. (tom)

BACA JUGA:  Kapolresta Tangerang Apresiasi Anggota Berprestasi

Komentar