Menhub dan Rektor ITS MoU Program Tol Laut

67

Penulis: Drs. Hefrizal

Tol Laut

Kabartoday.co.id – Menhub Budi Karya Sumadi dan Rektor ITS Joni Hermana bersinergi memacu program Tol Laut dengan inovasi teknologi perkapalan dan kemaritiman. Kerjasama Kemenhub dan ITS tersebut tertuang dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangi Menhub dan Rektor ITS pada Jumat (10/11) di Gedung Rektorat Ruang Senat ITS, Surabaya.

Implementasi dari kerjasama itu adalah diharapkan mampu mengatasi aspek  teknis, teknologi dan lainnya dalam upaya kelancaran angkutan barang, untuk mengurangi disparitas harga di kawasan  Timur.

Selain itu disampaikan simpul pelabuhan angkutan barang menuju kawasan timur lebih banyak di Surabaya, dari 13 lintasan angkutan barang di laut, 11 lintasan melalui Pelabuhan Tg.Perak Surabaya dan hanya 2 lintasan di Pelabuhan Tg.Priok, ujar Menhub dalam sambutannya.

Saat menyampaikan keterangan Pers Bersama, Jumat petang, Menhub Budi Karya mengatakan bahwa Program tol laut utk angkutan barang di laut telah dapat menurunkan harga kebutuhan pokok di Indonesia bagian timur hingga 20%, namun akan terus kita perbaiki mengingat diakui masih ada kekurangan,” ujar Menhub.

Pada kesempatan yang sama, Joni Hermana, Rektor ITS mengatakan bahwa  saat ini, ITS dituntut sebagai agen perubahan untuk senantiasa mengembangkan dan menciptakan inovasi dan kreativitas dalam mendorong  aspek kebijakan maritim dan perkapalan  sebagai sumbangsih dan partisipasi  pembangunan nasional.

Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Kemenhub, memotivasi kami untuk terus meningkatkan penemuan-penemuan yang nantinya dapat dikerjasamakan dengan Kementerian Perhubungan yang lebih teknis, bermanfaat bagi masyarakarat sebagai wujud nyata ITS yang hari ini  berulang tahun ke-57,” papar Joni.

Dalam acara tersebut Wakil Rektor 4 Bidang Inovasi, Kerjasama, Kealumnian dan Hubungan Internasional Ketut Buda Artana memaparkan beberapa teknologi inovasi ITS yang ditawarkan potensi  kerjasama dengan Kementerian Perhubungan. Potensi kerjasama tersebut antara lain moda transportasi darat seperti scooter electric, multi purpose car dan sistem monitoring ketinggian kendaraan angkut pada jembatan timbang.

“Untuk moda transportasi Laut ada standard perhitungan konsesi pelabuhan, freight calculator, pengembangan floating infrastruktur, kapal 3 in 1, kapal ternak dan peti kemas lipat,  dan Aplikasi keselamatan kapal dan bangunan laut, sedangkan moda transportasi  perkeretapian program National Ship Design and Engineering Center-ITS (NASDEC),  exterior dan interior design untuk airport railink service Bandara  Soekarno-Hatta, monorail dan tramway for Surabaya Metropolitan, locomotove CC300 dan simulasi penjadwalan MRT, trem dan double track,” jelas Ketut.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Ketua KPK Agus Rahardjo, Dirjen Perhubungan Laut Agus H.Purnomo, Kadishub Pemprov Jatim, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Dwi Budi Sutrisno dan Direktur Perkapalan dan Kepelautan Junaidi.

Comments

komentar