Potensi Langgar Pergub No 18 Tahun 2018, Pemilik New Castle Griya Pijat Harus Ditegur

79

Penulis: Op/red

Kabartoday, Jakarta.- Pemprov DKI Jakarta terus berupaya membenahi tempat-tempat hiburan malam yang melakukan praktek prostitusi, judi dan peredaran narkoba dengan melanggar Pergub No. 18 tahun 2018 tentang penyelenggaraan Usaha Pariwisata.

Dalam Pergub tersebut, Pemprov DKI berhak menutup tempat hiburan tanpa surat peringatan pertama bila terbukti pelanggaran terjadi.

Dikabarkan, bahwa sebelumnya Anies menutup Diskotik Alexis di Jakarta Utara. Setelah itu ada pula Diskotik Exotic di Sawah Besar, Jakarta Pusat dan Sense Karaoke di Mangga Dua Square, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara.

Menurut Anies, Pergub DKI nomor 18 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Pariwisata efektif dibuat untuk menindak diskotek atau tempat hiburan malam yang bandel secara cepat dan tuntas.

Ia tak akan pandang bulu dalam menindak tempat hiburan yang terbukti melakukan pelanggaran, seperti adanya praktik prostitusi dan narkoba.

Anies juga menekankan agar pengelola tempat hiburan malam tidak main-main dengannya, dengan mencoba melanggar aturan yang ada.

Namun kali ini sebuah New Castle Massage Griya Pijat, tempat pelayanan jasa pijat kesehatan yang berada di jalan Tanjung Duren Barat VI no 7b RT 11/07 Kelurahan Tanjung Duren Utara Kecamatan Grogol Petamburan (Gropet), Jakarta Barat di duga tidak mengantongi Ijin usaha dari Dinas Terkait.

Lokasi Griya Pijat mendapat sorotan pedas masyarakat, dikabarkan tidak layak untuk tempat usaha.

Meski pemilik mengatakan telah mengantongi ijin dari lingkungan seperti RT/RW, Kelurahan dan Kecamatan Gropet, tapi pihaknya tidak bisa mengeluarkan surat ijin tersebut.

Dalam pantauan media ini, pemilik yang berinisial (AN) terkesan membentur Pergub No. 18 Tahun 2018, dan mengabaikan dampak lingkungan dengan tetap membuka usaha pijat yang disinyalir ‘pijat esek-esek’.

Menurut keterangan sumber yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, ‘pemilik New Castle Massage Griya Pijat berkata sudah mengantongi ijin dari Walikota Jakarta Barat, Camat Gropet, Lurah Tanjung Duren Utara, Ketua RT 11 dan Ketua RW 07, dan dari Dinas Pariwisata.

Iskandar Lurah Tanjung Duren Utara saat dikonfirmasi, Kamis (6/12/2018) menjelaskan, New Castle Girya Pijat belum memiliki izin, tetapi baru dilakukan pengawasan dari pihak pariwisata.

“yaaa dinas pariwisata baru tahap pengawasan. “Ucap Lurah melalui WhatsApp nya ke redaksi.

Lurah juga berjanji akan menutup usaha tersebut sampai keluarnya ijin dari Dinas terkait.

Dikatakan Iskandar Lurah Tanjung Duren Utara, pihaknya akan menindak lebih jauh terkait permasalahan tersebut.

“kami akan kordinasikan ke pa Camat, nanti kita tindak. “Kata Iskandar.

Tentunya hal ini cukup menarik untuk disikapi.

Sementara, Achmad Sajidin Camat Gropet melalui pesan WhatsApp nya pada hari Kamis (6/12/2018), pukul 16.41 Wib kepada Redaksi menyebutkan ‘yang memerintahkan Lurah td, dan satpol PP untuk ngecek dan survey adalah saya. Atas pemberitaan media brantas.co.id pada saat itu. Dan sekarang saya sedang mempersiapkan untuk surat teguran ke pemilik usaha tersebut.’

“Nanti anda lihat isi surat kecamatan. ” singkat Sajidin.

Camat berjanji akan menegur pemilik usaha New Castle Griya Pijat, jika di dapati tidak adanya ijin dari Dinas Pariwisata.

Ia juga menjelaskan bahwa wilayah Tanjung Duren VI berada di zona kuning, peruntukannya hanya untuk pemukiman.

Masyarakat sekitar yang di temui di lokasi sangat mengharapkan adanya sikap tegas dari aparat, Dinas terkait dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk segera menindak lanjuti temuan pelanggaran ini.

Comments

komentar