Megang Sapu Saat Deklarasi Poros Benhil Dikira Untuk Bersih-Bersih, Nyatanya kok Beda…

174

Penulis: tim/red

Kabartoday, Jakarta – Deklarasi Poros Benhil telah menyatakan dukungannya terhadap capres nomer urut 1 Jokowi-Ma’aruf Amin. Dukungan yang di deklarasikan di depan pagar Tugu Monas disamping patung kuda itu dilaksanakan pada hari Jum’at (11/1/2019), dan dihadiri ratusan orang pendukungnya.

Deklarasi tersebut dihadiri pula oleh Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Maruf Amin, Moeldoko, yang didampingi Farhat Abas, Angel Lelga dan para pendukung lainnya.

Sebagai telah resminya deklarasi poros benhil Jokowi ini, mereka kemudian melepas puluhan balon dan menyanyikan yel yel untuk Jokowi.

Selain itu, symbol sapu lidih yang dipegang mereka juga disebut sebut untuk bersihkan hal-hal kotoran dan sampah yang menciderai politik, seperti Hoax, intimidasi, diskriminasi, dan fitnah. Semua kotoran itu dimasukan ke tong sampah.

Namun setelah acara selesai, dan para peserta mulai membubarkan diri, kok sapu-sapu lidih yang tadi dikumandangkan tidak digunakan untuk bersih-bersih kotoran dan sampah pasca deklarasi.

Bahkan terlihat para peserta yang ikut hadir dalam acara tersebut seakan acuh terhadap sampah yang ada diarea deklarasi. Malahan tim pembersih area dilakukan oleh tim kebersihan DKI Jakarta atau PPSU.

Video Gunakanlah Sapu Sesuai Fungsinya, dan Bukan Untuk Symbol Saja 

“Dikira sapu-sapu lidih tadi itu digunakan juga untuk bersihkan sampah setelah deklarasi. “Ucap sumber yang tak ingin disebutkan namanya sambil senyum-senyum mesem.

Katanya mau bersih-bersih, kok malah cuek yaa… Dan ujung-ujungnya tim kebersihan DKI Jakarta yang turun.

Comments

komentar