Petani Cabai Tuding “Akibat Adanya Impor Cabai Sebabkan Nilai Cabai Lokal Anjlok

582
Aksi Protes petani cabai desa Dempet, kab. Demak

Penulis : Red

Kabartoday, Demak, Jateng,– petani Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, menggelar aksi buang puluhan kilogram cabai merah, di Jalan Raya Demak-Purwodadi, Jumat (11/1) sore.

Aksi buang cabai merah di Jalan Demak-Purwodadi ini dilakukan ratusan petani di Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, menyusul rendahnya harga jual petani, yang hanya 7 ribu rupiah perkilogramnya. Padahal, untuk harga normal cabai, mencapai 20-25 ribu rupiah.

Pasca panen para petani menghambur – hamburkan cabai dijalan sebagai wujud protes

Aksi sebagai bentuk protes kepada pemerintah ini dilakukan para petani yang merasa dirugikan dengan harga jual yang sangat rendah.

Biaya bibit dan perawatan saja sampai 40 ribu, lha ini malah dihargai 7000 rupiah. Lha kita mau memberi makan keluarga bagaimana?,” ujar Ridwan, salah seorang petani cabai.

Rendahnya harga jual cabai lokal ini, dituding dampak dari import cabai yang dilakukan pemerintah. Cabai import dari Philipina dan Thailand yang beredar di pasar tradisional, dinilai menyengsarakan petani cabai lokal.

Rendahnya harga ini sudah berlangsung sejak sebulan terakhir. Untuk harga normalnya bisa 20 sampai 23 ribu rupiah. Jika 7000 rupiah, untuk beli bibit dan biaya perawatannya saja tidak mencukupi,” kata Sugiyono.

Aksi protes ratusan petani cabai tersebut, selain membuat jalan sepanjang 200 meter berwarna merah, juga membuat arus lalu lintas tersendat.

Kepolisian sektor Sempat akhirnya hentikan aksi petani cabai karena dianggap membuat kemacetan lalu lintas. 

Sementara itu, aksi buang cabai di Jalan Raya Demok-Godong akhirnya dihentikan oleh petugas Polsek Dempet. Penyebabnya, aksi itu sudah mengganggu arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan. “Karena mengganggu arus lalu lintas, aksi protes buang cabai tersebut kami hentikan,” tandas Kapolsek Dempet, AKP Suraji.

Comments

komentar