Siapa Dalang Dari Perusakan Baliho Partai Gerindra?

295

Penulis: An/Op/red

Kabartoday, Jakarta – Setelah baliho dan alat peraga kampanye partai Demokrat dirusak sejumlah orang beberapa waktu lalu, kini baliho partai Gerindra kembali kena sasaran perusakan oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab.

Informasi terjadinya perusakan Baliho dan alat peraga kampanye partai Gerindra tersebut telah sampai di meja redaksi kabartoday.co.id sore ini.

Banyak kalangan elite politik dan pakar hukum politik menilai peristiwa tersebut telah mengundang ketimpangan dalam permasalahan Pilpers 2019 dalam konteks pesta demokrasi Indonesia.

Pengamat hukum dan politik Putra Romadoni SH, menyayangkan hal tersebut terus terulang. Hal itu dikatakannya melalui komunikasi selullar saat dihubungi kabartoday.co.id, Sabtu (12/2/2019).

Pengamat hukum dan politik Putra Romadoni SH

Ia menyalahkan Bawaslu, karena menurut Romadoni, itu suatu keteledoran Bawaslu, sejauh ini Bawaslu tidak bisa melihat atau mungkin pandangan mata mereka tertutup sesuatu, dan telinganya tak mendengar tentang kebenaran.

Kata ia, sebagai badan pengawas pemilu, seharusnya Bawaslu mengawasi, melihat dan memperhatikan para peserta partai politik termasuk alat peraga kampanye partai maupun caleg-calegnya.

“Terhadap pelaku perusakan alat peraga kampanye partai, Bawaslu harus mendorong kepolisian untuk lakukan penegakkan hukum, bahwa pelaku tersebut harus ditindak sesuai UU 406 KUHP Pidana. “Jelas Romadoni.

Sementara, H. Nurkholis salah seorang kader Partai Gerindra Kabupaten Bogor dan juga ketua LPK RI mengendus adanya ketidaksiapan Petahana tumbang di Pilpers 2019.

H. Nurkholis, Kader Partai Gerindra Kabupaten Bogor dan Ketua LPK RI

“yang jelas Petahana tidak siap untuk dikalahkan oleh Capres Nomer 2 Prabowo-Sandi. “Kata bang Haji Nur sapaan akrabnya saat dihubungi kabartoday, Sabtu (12/1/2019).

Berbagai permasalahan jelang @gantipresiden2019, menurut bang Haji telah diskenariokan serapih mungkin oleh tim Petahana untuk melucutkan Prabwo-Sandi dari barbagai konflik yang dibuatnya sendiri, ujung-ujungnya tim Prabowo-Sandi yang disalahkan.

“Saya rasa masyarakat sudah tidak bodoh, apa yang terjadi selama ini terhadap cacatnya pesta demokrasi Indonesia baru terjadi di Pilpers 2019, artinya Petahana tidak siap untuk digantikan oleh Prabowo-Sandi yang jelas memiliki kemampuan diatas Petahana dalam berbagai aspek. “Tutup bang Haji Nur.

Comments

komentar