oleh

Bangun Kerjasama Dengan Indonesia, Raja Belanda Kembalikan Keris Milik Pangeran Diponegoro

JakartaToday – Beberapa pemberitaan yang telah dirilis oleh Media Online memberitakan, bahwa kedatangan Raja Belanda Williem Alexander ke Indonesia, disamping menjalin hubungan kerja sama dengan Indonesia, juga menyempatkan diri meminta maaf kepada Masyarakat Indonesia, atas Penjajahan yang telah terjadi selama 3,5 Abad.

Serta hal penting lainnya dalam kunjungan tersebut adalah untuk mengembalikan Pusaka Berharga milik Indonesia yakni, Keris Pangeran Diponegoro yang dipakai Pahlawan Nasional tersebut, saat melawan Penjajahan Kolonialisme Belanda masa itu.

Dalam kesempatan itu, Raja Belanda Williem Alexander mengatakan, Penjajahan yang dilakukan oleh Belanda tersebut, hingga ini masih membekas di ingatan masyarakat Indonesia.

Dan selama peperangan, banyak sekali penduduk pribumi yang menjadi korban, tertindas, hingga harus menyerahkan harta bendanya kepada Belanda.

Dalam mengusir Penjajah Belanda, semua masyarakat ikut turun tangan guna menindas Penjajahan dimaksud, tidak terkecuali Pangeran Diponegoro.

Dan setelah menjalani, serta menghadapi peperangan yang begitu panjang, Indonesia baru Merdeka pada 17 Agustus 1945.

BACA JUGA:  Mental Corona

Tapi kendatipun sudah merdeka, namun dampak dari Kolonialisme masih dirasakan oleh masyarakat hingga saat ini.

Kenyataan itu membuat Raja Belanda Williem Alexander di dampingi Ratu Belanda Maxima Zorreguieta Cerruti merasa menyesal. Dan harus menyampaikan penyesalan tersebut kepada Bangsa Indonesia. Hal itu dilakukannya saat kunjungannya berlangsung ke Indonesia, Senin (9/3/2020) lalu.

Seperti yang diberitakan Grid.ID yang dilansir dari Antaranews, Raja Belanda Williem Alexander dalam siaran Persnya, Selasa (20/3/2020) memohon maaf atas kekerasan berlebihan yang dilakukan oleh Belanda kepada masyarakat Indonesia di masa Penjajahan.

“Selaras dengan pernyataan Pemerintahan Saya sebelumnya, Saya ingin menyampaikan penyesalan Saya dan Permohonan Maaf untuk kekerasan yang berlebihan dari pihak Belanda di Tahun – Tahun tersebut”, ungkap Raja Belanda Williem Alexander.

Ia juga menyampaikan, bahwa saat setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, telah terjadi perpisahan yang merenggut banyak korban jiwa.

Dan karena itu pula, Negaranya harus meminta maaf kepada masyarakat Indonesia.

BACA JUGA:  Polda Maluku Gelar Rapat Kesiapan Bhaksos Peduli Covid-19

“Saya melakukan ini dengan kesadaran penuh, bahwa rasa sakit dan kesedihan keluarga – keluarga yang terdampak masih dirasakan sampai saat ini”, ungkapnya.

Dalam momen itu, Raja Williem tidak hanya meminta maaf, tapi juga menyerahkan sebilah Keris milik Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro kepada Presiden Jokowi.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Keris milik Pangeran Diponegoro itu diserahkan secara simbolis saat pertemuan Raja Williem dan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020).

Adapun wujud Keris yang diserahkan kepada Presiden Jokowi berwarna kuning pada bagian Sarungnya dan berwarna coklat di bagian Gagang.

Keris milik Pangeran Diponegoro ini, dipajang rapi dalam sebuah Kotak Kaca.

Seperti diketahui, Keris milik Pangeran Diponegoro itu sebelumnya disimpan di Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda.

Sebelumnya, keberadaan Keris tersebut sempat menjadi teka – teki setelah Koninklijk Kabinet Van Zeldzaamheden (KKZ) tempat Koleksi Khusus Kabiner Kerajaan Belanda bubar.

BACA JUGA:  Kisah Pemimpin Desa Dataran Palestine

Selain itu, sebelum Keris milik Pangeran Diponegoro dikembalikan ke Indonesia, ada berbagai Proses Penelitian mendalam yang dilakukan oleh para Peneliti Belanda dan Indonesia, guna membuktikan kebenaran kepemilikan Keris tersebut.

Diketahui, Belanda mendapatkan Keris itu saat menangkap Pangeran Diponegoro setelah Perang Besar pada Tahun 1825 – 1830.

Kolonel Jan Baptist Cleerens kemudian memberikan Keris tersebut kepada Raja Williem I pada 1831 sebagai hadiah.

Kini, Keris berharga tersebut telah kembali dan bergabung dengan Dua Pusaka milik Pangeran Diponegoro lainnya.

Dihadapan para Media, Presiden Jokowi menyebutkan, bahwa akan berkomitmen untuk terus bekerjasama dengan Belanda.

“Saya ingin menyampaikan bahwa Kita tentu tidak dapat menghapus sejarah, namun Kita dapat belajar dari masa lalu. Kita jadikan pelajaran tersebut untuk meneguhkan komitmen Kita untuk membangun sebuah hubungan yang setara, yang saling menghormati dan saling menguntungkan”, kata Presiden Jokowi. (Octa) 

Komentar