oleh

Ada ‘Dugaan Pembuatan Drainase di Desa Curug Wetan tidak Sesuai RAB

kabartoday, Kabupaten Tangerang,- Pembangunan saluran air di desa curug wetan kecamatan Curug,” di duga tidak tranparan dalam pembangunan peroyek tersebut.

Hasil investigasi media kabartoday.co.id dalam pelaksanaannya “diduga ada kejanggalan dalam sejumlah pengerjaan proyek di wilayah desa Curug wetan” Salah satu pengerjaan proyek saluran air di kampung nagrog RT 02/09 rabu (29/01/2020).

Ketika Tim media investigasi proyek tersebut, saat ini masih berlangsung pengerjaannya. Namun tidak terlihat papan nama proyek yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat dari mana asalnya dana tersebut dan seberapa banyak anggaran yang dikeluarkan untuk pelaksanaan proyek.

BACA JUGA:  Urgensi Reformasi Undang-Undang Di Bidang Politik

Saat dikonfirmasi, pihak desa bapak madule salah satu seorang pegawai operator sistem di desa, menjelaskan bahwa pembangunan saluran air ini, berasal dari dana desa silpa tahun angaran 2018/2019 lalu, dan dikerjakan pada tahun ini, Menurutnya ada beberapa titik pengerjaan saluran air tersebut.

“Kan boleh pak ! , Dana Silpa dikerjakan sekarang kita juga tidak berani kalau dana murni mah”.

Saat ditanya terkait dengan papan informasi atau papan peroyek tentang keterbukaan transparasi publik. “Sudah dipasang pak, mungkin ada yang melepas / mengambil sudah dua minggu”. Ucap nya saat dikonfirmasi dikantor desa.

BACA JUGA:  Sandiaga Ibaratkan Calon Presiden Itu Seperti Pil KB

Dik dik selaku admin keuangan dinas (bangdes) kabupaten Tangerang saat dikonfirmasi menjelaskan terkait dengan penggunaan dana Silpa seperti dana Silpa tahun 2018/2019 dianggarkan kembali di tahun 2019 dan dilaksanakan ditahun yang sama, Silpa tahun 2019 bisa dikerjakan ditahun 2020.

“Tergantung dengan desa yang membuat secdhule pelaksanaanya. Sedangkan untuk penggunan bisa dianggarkan kembali dengan kegiatan yang sama atau dengan cara musdes, lalu uang tersebut bisa digunakan pada saat APBD sudah dibuat, baru bisa untuk dilaksanakan kegiatanya

BACA JUGA:  Mafia Politik di Gedung DKI " Bergentayangan" Pasalnya Kursi Wagub Setahun Kosong

Adapun hal yang melanggar terkait dengan penggunaan Silpa seperti Uang tersebut tidak ada di rakning desa, APBD tidak dibuat dan disampaikan. “Jelas melanggar.

“Kalo misalkan memang sudah melanggar dalam pelaksanaan nya kami bakal tindak lanjut apabila ada surat masuk kekami atu infektorat bisa juga dengan pemberitaan.”ucap nya.
(MSR)

Komentar