oleh

Ada Kejanggalan Penahanan Eggi Sudjana

Kabartoday, Jakarta – Penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan Eggi Sudjana sebagai tersangka dan menahannya diruang tahanan Direktorat kriminal umum atas dugaan ucapan people power yang dianggap sebagai penghasutan, dan dikaitkan dengan makar.

Meski dirinya tidak menandatangi Berita Acara Pemeriksaan (BAP), namun Eggi tetap ditahan untuk 20 hari kedepan, ini ada kejanggalan soal penahanannya. Hal itu dikatakan kuasa hukum Eggi, Elidanetti, SH, MH.  Di Polda Metro Jaya, Rabu (15/5/2019) pukul 00.15 WIB.

Eli menilai penyidik Reskrimum Polda Metro Jaya menetapkan Eggi Sudjana sebagai tersangka atas ucapan people power yang dituduhkan sebagai Makar kepada Negara, Eli nyatakan itu adalah kesalahan konstruksi hukum, dan ia menganggap status penahanan Eggi prematur yang dipaksakan.

BACA JUGA:  TKD Tertahan Sejak 2016, WS Laoli Akan Temui Gubernur DKI Anies Baswedan

“Saya katakan penahan Eggi sangat tidak mendasar dan prematur. Eggi bukan Makar, tetapi klien saya itu mengucapkan people power atas kecurangan salah satu capres, karena Eggi tidak pernah menyebut pemerintah yang Sah tetapi ucapannya itu soal people power menolak kecurangan pilpers, ini kan lagi proses demokrasi pemilu, wajar ketika ada kecurangan pilpers, siapapun bisa bicara sperti itu. “Kata Eli.

Eli meluruskan bahwa Eggi Sudjana bukan ditangkap, tetapi ditahan setelah jalani pemeriksaan kemaren dari pukul 16.00 Wib sampai pukul 07.00 Wib. Definisi ditangkap dan ditahan itu beda arti.

“Saya luruskan bahwa Eggi Sudjana ditahan setelah jalani pemeriksaan di ruang penyidik reskrimum Polda Metro Jaya, jadi bukan ditangkap. Kalau ditangkap itu jika seseorang mangkir atau melarikan diri, loohh Eggi kan koperaktif, anehnya setelah selesai pemeriksaan, tiba-tiba turun surat penangkapan terhadap Eggi, turunnya dari Dir.kriminal umum, dan Eggi langsung ditangkap diruang penyidik. “Beber Eli.

BACA JUGA:  Jalih Pitoeng Sebut People Power Tidak Perlu Terjadi Jika Tak Ada Kecurangan Pemilu

Penahanan Eggi Sudjana dikatakan Eli telah menciderai konstruksi hukum, pasalnya proses pemeriksaan masih berlangsung, dan pihaknya sedang menunggu pra-peradilan untuk 5 hari kedepan.

Eli menyebut Eggi seorang Advokad dan tidak bisa ditahan, tentunya ada etika advokad melalui sidang etik, namun polisi mengambil langkah lain.

Menuriut Eli, penahanan kliennya ada indikasi pembungkaman dan shock therapy adanya people power jelang pengumuman resmi KPU 22 Mei nanti.

Sahabat dan juga aktivis Betawi, Jalih Pitoeng

Sementara sahabat dan juga aktivis Betawi, Jalih Pitoeng mengutip apa yang disampaikan Eggi Sudjana sebelum dimasukan ke ruang tahanan pada hari Selasa (14/5/2019) pukul 23.00 Wib. Eggi mengatakan dirinya mulai malam ini akan ditahan selama 20 hari kedepan, namun begitu, Eggi tidak mau menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersebut.

BACA JUGA:  LSM Penjara Desak Kejari Kampar Tahan Sekdes Gunung Sari

“Saya menghormati dan berikan apresiasi tinggi buat Eggi Sudjana, dia seorang tokoh yang penuh tanggungjawab, aktivis yang selalu memperjuangkan hak-hak rakyat, bahkan dengan profesinya sebagai pengacara, Eggi tak pernah surut menyuarakan kebenaran. “Ungkap Jalih saat ditemui Kabartoday.co.id di Polda Metro Jaya, Rabu (15/5/2019).

Jalih Pitoeng juga menyebut semangat seorang Eggi Sudjana tidak pernah surut.

Dikatakan Jalih, sebelum Eggi Sudjana digelandang masuk ke ruang tahanan, dirinya berpesan bahwa ‘lebih baik dipenjara daripada menjadi pengkhianat rakyat dan bangsa Indonesia.(Ann/red)

Komentar