oleh

Adik Wagub Maluku Kembali Diperiksa Penyidik

Kabartoday, AMBON – Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Maluku Barat Daya, Desianus “Odie” Orno kembali diperiksa penyidik Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Maluku.

Adik kandung Wakil Gubernur Maluku sekarang Barnabas Orno, diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan empat unit speedboat Kabupaten MBD tahun 2015. Paket ini bernilai Rp. 1.524.600.000,- Sumber anggarannya APBD Kabupaten MBD. Namun hingga selesai waktu kontrak, paket pekerjaan tersebut tidak tuntas. Hasil audit lembaga berwenang, dalam paket ini negara dirugikan lebih dari Rp. 1,288 miliar.

Odie Orno diperiksa Jumat (26/3/2021) di Tiakur, ibukota Kabupaten MBD. Dalam pemeriksaan ini, status Orno sebagai saksi. Ia diperiksa untuk berkas perkara dua tersangka lainnya yaitu Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan serta pimpinan Triputra Fajar selaku pelaksana proyek.

BACA JUGA:  Sejumlah Aset Milik Pemkab Sidoarjo Mulai di Awasi Pansus Aset DPRD Sidoarjo

Dirreskrimsus Polda Maluku Komisaris Besar Polisi Eko Santoso melalui Kanit I Subdit Tipikor Ditreskrimsus Komisaris Polisi Gerald Wattimena membenarkan pemeriksaan terhadap Odie Orno.

“Iya benar. Tadi (Jumat-red) penyidik kita yang turun ke MBD telah memeriksa pak Odie Orno. Pemeriksaan ini pak Orno berstatus saksi untuk berkas perkara dua orang lainnya,” ungkap Wattimena kepada media ini di ruang kerjanya Jumat (26/3/2021).

BACA JUGA:  Antisipasi Panic Buying, Kapolres Kepulauan Aru Sidak Ketersediaan Sembako di Dobo

Selain memeriksa Orno, penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi lainnya di Tiakur juga untuk berkas perkara PPTK dan pimpinan Triputra Fajar.

Ditreskrimsus terpaksa menerjunkan tiga penyidik ke MBD. Pasalnya, sebagian besar saksi yang diduga mengetahui perkara ini berada di Tiakur. Tim penyidik telah dikirim sejak Selasa (23/3/2021) lalu.

Odie Orno sendiri telah diperiksa sebagai tersangka Senin (8/3/2021) lalu di Kantor Ditreskrimsus Polda Maluku kawasan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon.

BACA JUGA:  Zulkifli: UUD 1945 Dipalsukan Kok Masih Disebut UUD'45?

Terhadap kerugian negara dalam kasus ini, Odie Orno telah mengembalikan sebesar Rp. 1,3 miliar. Nilai ini lebih besar dari kerugian negara yang timbul. Namun sayangnya, pengembalian kerugian negara ini dilakukan Odie Orno saat kasus ini sudah dalam tahap penyidikan. Bahkan saat itu, penyidik telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke kejaksaan. (Manuel)

Komentar