oleh

Advokat Aprillia: Pemimpin Ibarat Orangtua Bukan Monster

Kabartoday, Jakarta – Digelarnya Kongres Nasional ke III KAI bertema ‘Demi Melakukan Revitalisasi Peran Advokat Indonesia Dalam Penegakan dan Pembaharuan Hukum Nasional’, dan dengan Sub Tema Melalui Kongres Nasional Ke III Menetapkan Kesempurnaan Administrasi Organisasi Advokat Yang Mandiri dan Berwibawa.

Sekjen KAI Aprillia Supaliyanto MS. SH mengawali pelaksanaan Kongres Nasional ke III, Jumat (19/4/2019) siang di Jakarta dengan membahas soal pemimpin dan kepemimpinan.

Menurut Aprillia, seorang pemimpin baik dalam menjalankan kepemimpinan di dalam organisasi atau dalam negara sekalipun adalah ibarat sebagai orang tua, bukan monster dari orang – orang yang dipimpinnya sehingga terjaga munculnya perpecahan, saling curiga, atau pertengkaran bagi sesama

BACA JUGA:  Ancaman Wiranto Dijawab Said Didu 'Kuburan Demokrasi Sedang Digali'

“Saya mungkin dianggap atau dicap sebagai pemberontak saat melihat ada hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan organisasi yang telah disepakati bersama. Namun demikian saya salut dengan almarhum Advokat Indra Sahnun Lubis yang menghargai perbedaan pendapat dari anggota organisasi yang dipimpinnya untuk periode pertama Kongres Advokat Indonesia. “Kenang Aprillia dengan tipikal kepemimpinan Indra Sahnun Lubis.

Semasa hidupnya Indra pernah menjadi urusan Indonesia mengikuti Sidang PBB di Roma, Italia pada tahun 2002 dan di Mexico 2003. Selain itu pernah sebagai pemimpin delegasi Advokat pada pertemuan Advokat di Malaysia tahun 2003 dan delegasi Advokat di Singapura pada 2004.

BACA JUGA:  Mr Kan: Sudah Era Globalisasi, Kapan Anggaran Negara Surplus?

“Itu sebabnya pemimpin tidak boleh menjadi pemecah-belah di antara orang-orang yang dipimpinnya. Karena seorang pemimpin hendaknya menjadi perekat, pemersatu, laksana fungsi orangtua terhadap anak-anaknya.

Selanjutnya, Sahala Siahaan SH, salah seorang pendiri Kongres Advokat Indonesia dalam tanggapan seusai pidato Aprillia memuji atas pola kepemimpinan yang diceritakan oleh Aprillia sebelumnya terhadap sosok Indra Sahnun Lubis.

Ia kagum dengan kemampuan panitia yang mampu dalam waktu relatif singkat sejak serius bekerja 8 April 2019 telah mampu menghadirkan seluruh perwakilan Advokat yang ada di seluruh Indonesia.

“Pertama, Kita menghargai senior tetapi dalam hak suara di dalam kedudukan organisasi adalah equal. Semoga KAI lebih Jaya. Bagi saya KAI ini sangat fenomenal, karena saya mengalami sendiri perjalanan KAI. “Ucap Sahala.

BACA JUGA:  BW Usir Tim Pengacara KPU Masuk Ke ruangan Alat Bukti di MK

Kedua, kata Sahala, dirinya tidak sependapat dengan rekrutmen advokat yang ada saat ini, “tidak bisa anda menilai ujian dengan nilai ideal. Hasil peserta ujian sebagai hal ideal. Kalau bicara ideal, maka 90% peserta ujian banyak yang tidak lulus. Karena kondisi Indonesia di Bagian Barat, Timur dan Tengah berbeda. “Lanjut Sahala.

Kongres Nasional ke III KAI kali dihadiri oleh pengurus dari 15 Dewan Perwakilan Daerah KAI rencananya akan memutuskan pemilihan Presiden KAI yang baru untuk masa bakti 2019 – 2024.(Hsw)

Komentar