oleh

Akui Akunnya Dibajak, Polisi Tetap Menahan Mustofa Nahwarawardaya

kabartoday, Jakarta – Kordinator Relawan IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Sandi, Mustofa Nahrawardaya resmi ditahan Bareskrim Polri.

Penahanan Mustofa dilakukan setelah melalui pemeriksaan selama 24 jam. Dalam kasus tersebut, Ia di duga melakukan penyebaran berita bohong melalui akun twitternya yang menyebut kematian Harun bocah umur 15 tahun saat ricuh 21-22 Mei lalu.

Djuju Purwantoro yang diketahui pengacara Mustofa mengatakan, kliennya dicecar oleh penyidik dalam pemeriksaanya seputar postingan di akun twiiter @AkunTofa.

BACA JUGA:  Happy Wedding Roliyah dan Denny

Dalam keterangannya, Djuju mengutarakan bahwa Mustofa mengaku akunnya di-hack (dibajak).

“Beberapa postingan yang menurut keterangan dan kesaksian pak Mustofa, akunnya telah dibajak oleh pihak lain, ” ucap Djuju, Senin (27/5/2019).

Djuju menjelaskan, postingan Mustofa di akun Twitter-nya tak melulu pernyataannya yang asli.

“Akun milik Mustofa @AkunTofa sudah beberapa kali dibajak ataupun diduplikasikan oleh pihak lain. Mustofa juga sudah telah beberapa kali melaporkannya ke polisi, namun belum disikapi sampai terjadi seperti ini. “Ulas Djuju.

BACA JUGA:  Masyarakat Papua di Jakarta Bakar Batu Sebagai Simbol Kerukunan dan Rasa Syukur Atas Dilantiknya Presiden dan Wakil Terpilih

Lanjutnya, Djuju menerangkan sudah beberapa kali beliau (Mustofa.red) melaporkan ke polisi soal akun pribadinya di bajak, “padahal klien kami sudah beberapa kali melaporkan soal akunnya itu telah di bajak baik di Polda maupun Mabes.

“Itu fakta-fakta yang sudah beliau lakukan dan faktanya juga terjadi lagi hari ini,” jelasnya.

Djuju menyayangkan sikap kepolisian yang akhirnya memutuskan untuk menahan kliennya itu.

BACA JUGA:  Jumsera Desak Kapolri Usut Tuntas Kekerasan Terhadap Jurnalis di 22 Mei

“Ini malah pak Mustofa yang ditahan dan dijadikan tersangka dugaan pelanggaran pasal 45 Ayat 2 dan 28 ayat 2 UU ITE, aneh juga. ”ujarnya menututp.(Bbg/red)

Komentar