oleh

Akun FB Ini Di Duga Hina Ulama, Dengan Sebutan Anjing Pake Sorban

Kabartoday, Jakarta – Pemilik Akun FB Susi Basyar viral di dunia sosmed. Status yang ditulisnya kemaren hari Jum’at (3/5/2019) di duga menghina ulama yang di ibaratkan anjing pake sorban.

Susi Basyar menulis di akun FB nya dan di ikuti komen-komen yang mengandung hinaan terhadap ulama. Begini status akun FB Susi Basyar, ‘Ente yang curang… Bagaimanapun Praroro tidak ditakdirkan untuk menjadi presden… Sudah berapa kali gagal…garis tangannya hanya sampai capres… Ente paham, saya apresiasi semangat kalian berjuang untuk menjadikan Praroro Presiden…’

Kemudian di ikuti komen-komen oleh pemilik Akun FB Safrida yang sangat tidak terpuji, ia menggambarkan Anjing memakai sorban yang di tag dengan gambar anjing memakai sorban. ‘Seandainya aku bisa meludahi muka orang ini dengan ganjaran di tembak mati, aku ingin meludahinya…. Dan menerima hukumannya dengan iklas, karena perkataan dan perbuatannya merusak banyak jiwa orang oon…

BACA JUGA:  Akun FB Baharudin Hamza Ngaku Kanit Reskrim, Catut No Hp Oranglain

Akun pemilik bernama Safrida juga mengirim foto anjing memakai sorban dengan tulisan menghina ulama, ‘Kalau cuma modal sorban dan gamis, ngaku ulama, tapi kerjaannya selalu menghina pemimpin negaranya, anjingpun bisa.

Dari akunnya, tertulis Safrida asal Sibolga.

Selain akun FB Safrida, ada juga akun Fb atas nama Febri Asmidhanata. Ia juga komen dengan sebutan kotor untuk pimpinan FPI Habib Rizieq.

BACA JUGA:  Sapi nya Mogok Ndan, Ndak Mau Jalan Angkut Surat Suara

Akun Febri Asmidhanata menulis ‘Kau rizieq anjing…jangan maen2 dgn kami rakyat indonesia, kau bukan lagi WNI tapi kau sudah warga arab, kalau kau ke Indonesia kami sikat kau, kami tak takut dengan FPI mu itu, kami siap perang.

ujaran kebencian dan menghina orang lain melalui sosial media merupakan kejahatan informasi komunikasi dan dijerat dengan UU ITE. Hal itu dikatakan Ismail Jamil seorang tokoh pendiri Yayasan majelis taklim di Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

BACA JUGA:  Menghina TNI Dalam Orasinya, Robertus Robet Ditangkap Polisi

Jamil juga menyayangkan ujaran kebencian dari masyarakat terhadap ulama semakin menjadi, “Kalau cara berpikir kita sudah terbalik, itulah yang terjadi. Ulama dijadikan sasaran ocehan politik yang sangat kotor, padahal sejarah mengatakan kemerdekaan Indonesia diraih atas peran besar ulama. “Kata Jamil ketika di hubungi Kabartoday.co.id, Sabtu (4/5/2019).

Jamil berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap mereka yang sudah menghina para ulama dengan sebutan kotor.

“Saya yakin krpolisian dapat menangkap orang-orang itu, minimal ada ganjaran dan efek jerah buat mereka yang menghina ulama. “Ucapnya.(Op/red)

Komentar