oleh

Alex Asmasoebrata Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Atas Dugaan Fitnah di WhatsApp

Kabartoday, Jakarta РMantan pembalap  Alex Asmasoebrata memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya. Pemeriksaan Alex disebut-sebut sebagai saksi soal dugaan fitnah.

Kedatangan Alex Asmasoebrata ke Polda Metro Jaya ditemani oleh 10 orang, sebelum masuk keruang penyidik, ia menyapa rekan-rekan wartawan yang telah menunggunya. “Nanti yaa… “Singkat Alex di depan gedung penyidik Reskrimsus Polda Metro Jaya, Selasa (5/3/2019) siang tadi.

Selama 4 jam Alex diperiksa penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dengan 21 pertanyaan yang dilontarkan penyidik kepadanya.

Dijelaskan Alex, 21 pertanyaan itu, salah satunya mengenai percakapan di aplikasi WhatsApp (WA) yang diduga mengandung unsur fitnah dan pencemaran nama baik terhadap pelapor.

Lebih lanjut kata Alex, dirinya hanya diminta untuk mengklarifikasi mengenai apakah ia menyebarkan, mengirim segala macam isi WA yang dimaksud penyidik.

Alex juga tidak menjelaskan isi percakapan WA yang dimaksudkannya itu.

“Tadi hanya dimintai keterangan dan klarifikasi saja. Dan saya diundang oleh penyidik Krimsus mengenai klarifikasi aja. “kata Alex kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (5/3/2019).

BACA JUGA:  Kasasi Dimenangkan Yusuf Siagian, Pemkab Labuhanbatu Keok, Posisi Ahmad Mufli Terancam

Lebih rinci, Alex juga mengatakan terkait dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap pihak PT Agung Sedayu Group. Mantan pembalap itu membantah tudingan tersebut. Ia hanya bicara mengenai percakapan di aplikasi WhatsApp (WA) yang diduga mengandung unsur fitnah dan pencemaran nama baik terhadap pelapor.

“Mengklarifikasi mengenai apakah saya menyebarkan, mengirim segala macam itu WA, saya bilang tidak, saya tidak pernah mengirim itu. “tegas Alex.

Alex juga mengklarifikasi bahwa dirinya tidak pernah membuat itu semua. Namun pada saat itu ia kehilangan HP lalu ia beli lagi. Setelah ia beli, karena Alex mengakui gaptek, maka ia minta tolong temannya untuk install Hp barunya, dan temannya itu memang punya masalah.

Sebenarnya, lanjut Alex, teman yang dimaksud itu Supardi Kendi Budiardjo alias Budi. “Budi-lah yang punya masalah sengketa tanah dengan salah satu perusahaan tersebut. “Jelas Alex pada wartawan.

“Budi telah mengakses kontak di ponsel saya, lalu Budi mengirimkan pesan ke sejumlah kontak yang ada di ponsel saya tanpa saya ketahui. “Ujar Alex.

BACA JUGA:  Walikota Jakarta Utara Sebut Ada solusi Atasi Permasalahan Truck Container

Permasalahan kemudian timbul, kata Alex kepada Budi, kenapa kamu Budi mengirim pesan lewat HP saya.

Alex juga menyebut Budi karena nggak punya telepon nomor para petinggi itu dan dia yakin kalau dia yang mengirim pesan itu, tidak akan dianggap.

Ketika wartawan mempertanyakan lebih detail soal percakapan yang dijadikan laporan itu, Alex tidak menjelaskan secara rinci isi percakapan yang kemudian dipersoalkan pihak pelapor.

“Kalau soal itu, maaf, karena WA itu berbunyi perlindungan hukum kepada Kapolri, nah kenapa yang melaporkan itu Letnan Jenderal Nono Sampono itu kan dengan PT itu. “jelas Alex.

Sebelumnya, Alex juga menceritakan terkait kasus yang dilaporkan oleh Budi temannya itu masih mandek. “Memang ada permasalahan hukum yang sudah dilaporkan Budi itu, tapi kasusnya masih Mandek. “ulas Alex.

Namun Alex tidak menjelaskan lebih rinci kasus yang dilaporkan oleh Budi itu berkaitan dengan kasus yang saat ini dipanggil penyidik Reskrimsus Polda Metro Jaya.

BACA JUGA:  Pengguna Aplikasi DPR Now! Terus Meningkat Signifikan

Alex hanya mempertanyakan perlakuan polisi dalam menangani laporan temannya Budi itu. Menurut Alex, laporan Budi yang sudah 9 tahun lamanya tidak ditindaklanjuti, tetapi laporan PT Agung Sedayu begitu cepat ditindaklanjuti.

“Mungkin Budi merasa kesal, merasa 9 tahun dan ditangani 1 tahun tapi ada progres mundur maju mundur maju. Ini suasana luar biasa dia melaporkan ke saya dan saya minta ini harus diungkap,” tuturnya.

Seperti dilansir detikcom, bahwa sebelumnya dikabarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan Alex dilaporkan oleh perusahaan atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah melalui media elektronik. Tetapi polisi belum memberikan penjelasan lebih detail terkait kasus yang dilaporkan pihak PT Agung Sedayu itu.

“Karena ada pelapor dari PT Sedayu, lawyer-nya lapor karena diduga ada keterangan fitnah dalam suatu media elektronik di situ, “kata Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/2).

Komentar