oleh

Aliansi LSM Tagih Janji Perusahaan, Bukan Minta Jatah

Kabartoday, Karawang – Tuduhan yang mengaku warga dua Desa telah di suarakan seorang warga bernama Asun. Ia mengatakan meminta jatah limbah ekonomis milik PT. Plasindo Lestari yang beralamat di Desa Purwasari Kecamatan Purwasari Kabupaten Karawang. Hal tersebut dikatakan sesepuh Aliansi LSM Awandi Siroj Suwandi sebagai perkatakan yang ngawur dan tidak mendasar.

Rencananya, aksi aliansi LSM dan ormas Karawang di PT. Lapindo Lestari dilakukan, karena selama ini pihak perusahaan telah melakukan One prestasi terhadap SPK yang sudah di pegang PT. Putra Perbangsa Jaya Mandiri (PT. PPJM) yang dikeluarkan pihak kedua PT. Plasindo Lestari pada tanggal 1 Oktober 2018.

“Aksi aliansi LSM dan ormas Karawang bukan tanpa dasar, tapi kami minta kesepakatan yang telah dibuat untuk dijalankan pihak perusahaan sesuai kesepakatan awal, dan adanya mediasi antara pihak PT. Putra perbangsa dengan PT. Plasindo Lestari yang di mediasi oleh pihak Forkominda dengan keputusan bahwa PT tetap melakukan perbuatan hukum sesuai SPK yang sudah dimiliki. “kata sesepuh aliansi LSM Awandi.

BACA JUGA:  Sebar Ujaran Kebencian Saat Aksi 22 Mei, 2 Ojol Ditangkap Polisi

Pria yang akrab di sapa abah Wandi ini juga menyebutkan selama kesepakatan dibuat hingga adanya mediasi di Pemda Karawang, pihaknya tidak pernah menarik limbah ekonomis satu kalipun atau pihak kedua. Untuk itu ia berpendapat PT. Plasindo sangat tidak menghargai keputusan bersama dengan Muspika Karawang.

“Selama ini kami di rugikan karena kesepakatan awal tidak pernah terealisasi dan tidak ada niat baik PT. Plasindo dari kesepakatan tersebut. “katanya.

BACA JUGA:  BW Usir Tim Pengacara KPU Masuk Ke ruangan Alat Bukti di MK

Statment warga bernama Asun dan HRD PT. Plasindo Fahmi melalui media oneline tidak mendasar dan membuat permasalahan antara pihak kedua PT. Plasindo dan pihak kesatu PT. PPJM tidak menyelesaikan masalah, namun malah memancing situasi tidak kondusif.

“Aksi damai aliansi LSM dan ormas bukan untuk meminta jatah, tetapi mengingatkan pihak perusahaan PT. Plasindo untuk tidak mengingkari perjanjian awal. “tandasnya.

BACA JUGA:  Kapolda Maluku Buka Puasa Bersama Brimob di Bundaran HI

Permasalahan yang bergerak dalam pengelolaan limbah, kata Mohamad Sayegi Dewa Sena hanya sebatas persyaratan yang di minta pemerintah Desa Purwasari.

“Sebagai salah satu point kesepakatan dalam SPK kita sudah memberikan CSR untuk warga lingkungan setempat. ” tutupnya.(aziz.h)

Komentar