oleh

Amankan Pelaku dan Korban Trafficking Anak Dibawah Umur, Polisi Juga Kejar Pria Belang

Kabartoday, TULUNGAGUNG – Setelah mengamankan dua pelaku yang kini sudah berstatus tersangka dan tiga korban kasus penjualan orang (trafficking), Satreskrim Polres Tulungagung juga akan melakukan pengembangan penyidikan untuk mengungkap tuntas kasus tersebut. Bahkan polisi juga membuka peluang bakal mengejar lelaki hidung belang yang menjadi pemakai jasa prostitusi anak di bawah umur itu.

“Pelaku yang memakai jasa prostitusi anak ini juga akan kami cari. Jika memang terbukti, maka mereka adalah termasuk tersangka pula,” ujar Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Hendro Tri Wahyono, Selasa (6/8/19), saat pers rilis di mapolres.

Untuk mengetahui siapa pemakai jasa prostitusi yang dimaksud, satreskrim masih melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut dengan terus menanyakan kepada korban sekaligus tersangka yang kini sudah diamankan.

Dari keterangan yang didapat sementara, satu korban berinisial NA (14), warga Tulungagung yang awalnya ditangkap sebagai perekrut wanita yang akan dijadikan pelayan warung kopi sekaligus pekerja seks komersial (PSK), mengakui awalnya dia juga korban. NA bahkan tiap hari melayani sepuluh pria hidung belakang. Karena tidak kuat melayani puluhan hidung belang yang tiap hari mampir di warungnya, NA mencari cewek lain untuk bekerja seperti dirinya.

BACA JUGA:  Singkawang Kota Layak Anak

“Keempat korban yang kami amankan ini salah satunya adalah perekrut. Namun pada perkembangannya, ternyata dia merupakan korban juga,” kata AKP Hendro TW.

Informasi adanya perekrutan beberapa cewek di bawah umur itu diterima kepolisian sejak Jumat (2/8/19) lalu. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi mengetahui dan memastikan para korban dibawa naik mobil menuju Pantai Prigi, Kabupaten Trenggalek.

Polisi pun langsung bertindak. Mobil yang ditumpangi para korban itu dihadang di tengah jalan.

Dalam pemeriksaan, dua orang diketahui merupakan otak perekrutan cewek-cewek di bawah umur itu. Yakni SL (35), beralamat di Desa Bungkoro, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek yang merupakan pemilik Kafe Talenta di Pantai Prigi serta SU (30), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

BACA JUGA:  Kuasa Hukum Hata Sebut Kades Sirnajati Masuk Unsur Pidana

“Pelaku SL inilah yang meminta NA untuk merekrut korban lainnya. Selain menjadi pelayan di kafe itu, korban dijanjikan bisa bekerja sebagai pekerja seks komersial karena NA ini awalnya kerja sendiri dan tidak kuat melayani banyak pelanggan tiap hari. Kemudian NA berhasil membawa dua teman berusia 15 dan 16 tahun,” tambah kasat reskrim.

Selain itu, polisi membawa seorang korban lain bernama NP (20). NP telah direkrut sebelumnya dan diketahui sudah bekerja selama empat hari.

“Selama empat hari itu dia mengaku sudah menemani dan melayani lelaki hidung belang. Bahkan dari pengakuannya, tak dibayar empat kali oleh pelanggannya,” papar kasat reskrim.

BACA JUGA:  Polsek Leihitu Pengamanan Sholat Isya dan Tarawih di Masjid Al-Hudayah

NA sendiri didepan penyidik mengaku mengenal para korban lain melalui media sosial dan ada yang tengah mencari pekerjaan.

“Pencari kerja ini sudah bekerja di kafe di Tulungagung. Setelah ditawari, mau untuk dibawa ke Trenggalek. Sebenarnya ada dua lagi yang mau ikut. Namun dua orang itu tidak diperbolehkan keluarga,” ujar Hendro.

Polisi juga telah mendatangi kafe tempat NA bekerja. Selain telah memasang police line, polisi juga menemukan satu bilik kecil di belakang kafe dengan kondisi sempit dan kotor. Bilik itulah tempat “main” antara si hidung belang dan NA yang telah bekerja cukup lama di situ. (Nang) 

Caption : Dua tersangka traficking dipamerkan saat di rilis Kasatreskrim AKP Hendro Tri Wahyono di Mapolres Tukungagung

Caption : Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Hendro Tri Wahyono saat press release kasus trafficking, Selasa (06/08) siang.

Komentar