oleh

Amnesty Internasional Minta Polri Bawa Anggotanya Ke Peradilan Umum

kabartoday, Jakata – 10 personel yang melakukan kekerasan di Kampung Bali, Jakarta pada 21-22 Mei dengan menempatkan di ruang khusus selama 21 hari yang diberikan sanksi oleh Polri dinilai pilih kasih dalam penindakan hukum.

Hal itu dikatakan Direktur Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid melalui keterangan pers di Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Usman menilai seharusnya Polri membawa 10 personel anggotanya yang terlibat melakukan kekerasan pada 21-23 Mei lalu ke peradilan umum, dan bukan hanya diberikan sanksi disiplin dengan ditempatkan diruang khusus selama 21 hari.

“Itu perlu diajukan ke peradilan umum yang berlaku, karena mereka sama bagi semua warga negara. “Kata Usman.

BACA JUGA:  KJS Ragunan Bugar Ajak Emak - emak Milenial Senam Kebugaran

Meski demikian, Usman juga mengapresiasi Polri yang responsif dengan menyelidiki personelnya yang melakukan kekerasan di aksi demo itu.

“Kekerasan yang dilakukan tergolong dugaan pelanggaran HAM serius, yakni penyiksaan. “Ucap Usman.

Usman juga menyebut hukuman yang patut diberikan tidak hanya sanksi administratif melalui mekanisme internal, akan tetapi 10 personal Polri tersebut juga harus diproses hingga ke peradilan umum.

“Menurut saya itu penting, Polri harus memperlihatkan kepada masyarakat bahwa setiap warga negara setara kedudukannya di muka hukum, sehingga tidak lagi ada lontaran adanya pilih kasih dan menspecialkan tindakan hukum. “Ungkap Usman.

BACA JUGA:  Polsek Kab Bireuen Minta Keuchik Pasang Spanduk Buat Jokowi

Beredarnya video berisi pengeroyokan yang dilakukan sejumlah anggota polisi di kawasan Kampung Bali, Jakarta, pada 22 Mei lalu telah membuktikan adanya tindak kekerasan yang dilakukan sejumlah oknum Polri terhadap warga sipil.

“Banyak pihak mendesak kepolisian untuk menyelidiki dan menindak personel yang melakukan kekerasan itu. “Ucapnya.

Sebelumnya Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya sudah memproses 10 personel yang melakukan kekerasan di Kampung Bali, Jakarta.  Mereka juga telah diberikan sanksi disiplin.

BACA JUGA:  Anniversary Perhimpunan Indonesia Tionghoa Ke 20

“Benar kami sudah memprosesnya dan ada 10 anggota yang sudah diproses menjalani pemeriksaan. Sudah itu, sudah menjalani sidang disiplin. “jelas Dedi saat menggelar konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (5/72019).

Dedi juga mengakui 10 personal anggota Polri itu terbukti melakukan kekerasan.

Menurut Dedi, tindakan spontan di Kampung Bali itu lantaran terpicu karena komandannya dipanah. Beruntung, dia memakai rompi pelindung badan.

“Itu awal kericuhannya, spontan Mereka mencari pelakunya. “Ujarnya.(Op/Bbg)

Komentar