oleh

Analisis Mr Kan, 10% Orang Terkaya Menguasai 77% Kekayaan Negara

kabartoday, Jakarta – Menurut pengamat hukum dan politik, Mr. Kan dalam kajian analisisnya mengurai fakta-fakta orang kaya mampu menguasai wilayah. Benarkah hal itu bisa terjadi?

Fakta 10% orang terkaya di Indonesia telah menguasai 77% kekayaan negara, “secara garis besar kepenguasaan keuangaan oleh orang-orang terdapat dua cara, yakni cara legal (cara yang diperbolehkan/tidak dilarang) dan cara ilegal (cara yang tidak diperbolehkan atau dilarang). “Kata Mr. Kan melalui pesan kajiannya kepada Kabartoday.co.id, Rabu (5/6/2019).

Dari tema di atas menurutnya telah mengingat kembali sebuah buku yang pernah dibacanya berjudul ‘Financial Revolution‘ yang artinya revolusi keuangan.

Buku ini ditulis oleh salah seorang motivator dan pakar marketing ternama di Indonesia, yaitu Tung Desem Waringin SH alias TDW.

Satu-satunya buku dari Indonesia yang mendapat pujian dari tiga (3) guru besar internasional yakni Robert T. Kiyosaki (Penulis International Bestseller Rich Dad Poor Dad), Mark Victor Hansen (Penulis International Bestseller Chicken Soup for The Soul series), Jay L. Abraham (World’s No.1 Marketing Genius).

Dalam riwayatnya, Tung Desem Waringin (TDW) juga merupakan pembicara terbaik, dan pelatih sukses, ia juga merupakan penulis buku bestseller. Dengan karya bukunya yang berjudul ‘Financial Revolution‘ mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia, MURI, sebagai buku inspirasional pertama dengan penjualan 10.511 buah pada hari pertama diluncurkan.

Pengertian/definisi ‘revolusi‘ adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Sedangkan pengertian ‘revolusi keuangan‘ dapat diartikan suatu tindakan perubahan keuangan dengan cara yang cepat dan tepat agar dapat mencapai suatu tujuan yang lebih baik.

Berikut kutipannya dari buku TDW menurut Marshall Silver dalam bukunya Passion, Profit dan Power, ternyata hanya 1% orang yang menguasai 50% uang yang beredar di dunia.

Menurut pengalaman TDW yang pernah bekerja sebagai salah satu ‘pemimpin cabang utama bank swasta terbesar di Indonesia‘. Di dalam data bank tersebut lebih hebat lagi yakni 1% orang menguasai 71% dana yang ada atau 5% orang yang menguasai 90% uang yang beredar.

TDW sendiri tidak tahu apakah data ini sebenarnya mewakili kondisi di semua bank atau tidak?

TDW menyampaikan sungguh sedih bila kita menjadi bagian dari 95% orang yang berebut menguasai 10% uang yang beredar.

BACA JUGA:  Rayakan Idul Adha Pamdal dan Perawatan Dinas/Sudin Jaksel Dikunjungi Oleh FWJ dan Pesona- SI

Dalam bukunya TDW juga menulis, apabila uang yang ada di seluruh dunia ini dibagi rata, setiap orang akan menerima 2,4 juta dollar AS atau sekitar Rp 24 miliar (dengan asumsi 1 dollar AS = Rp 10.000). (Wealty Mastery, Singapore 2001). Berbeda jumlahnya rupiah apabila dikurs ke mata dollar AS pada saat ini, yakni berkisar antara Rp 14.250 higga Rp 14.500 per 1 dollar AS.

Yang lebih menyedihkan, sebagaimana diramalkan oleh Marshall Silver, dalam lima (5) tahun sejak semua orang mendapat bagian dari uang yang dibagi rata tersebut di atas, komposisi akan kembali menguasai 50% uang beredar dan 5% orang akan kembali menguasai 90% uang yang beredar.

“Kenapa? Apa yang membedakan orang-orang yang akhirnya kembali menjadi 1% dan 5% tersebut di atas?,”tanya Mr. Kan.

Mr. Kan meyakini perbedaannya akan tampak dari jawaban atas pertanyaan di dalam kepala kita, yang pasti muncul saat kita menerima uang.

Menarik sekali mengetahui pertanyaan yang ada di kepala 95% orang rata-rata yang menguasai 10% uang yang beredar. Konon, orang yang termasuk golongan ini akan bertanya, ‘Uang ini akan aku gunakan untuk membeli apa saja ya?’

Nah tidak heran bila atas pertanyaan itu kemudian muncul jawaban di kepala orang rata-rata, seperti membeli mobil Jaguar, BMW, Mercy S Class, rumah mewah dan sebagainya.

Di pihak lain, orang yang menjadi 1% dan 5% yang menguasai 90% uang yang beredar akan bertanya “Apa yang harus aku lakukan agar uangku ini bertambah banyak?”

Mr. Kan juga menyimpulkan bahwa orang yang termasuk golongan ini akan menempatkan uang mereka di deposito, atau melakukan investasi dengan membeli rumah lalu disewakan, atau berinvestasi dengan membeli rumah walet, membeli kebon jati atau membeli perusahaan atau membeli tanah untuk membangun rumah, gudang, atau ruko untuk dijual lagi dan sebagainya.

Pertanyaannya adalah “Apakah tidak boleh orang yang mempunyai banyak uang untuk membeli barang-barang mewah? Tentu saja boleh. Kendati demikian, lebih baik barang-barang
mewah itu dibeli dari hasil usaha atau dari hasil bunga depositonya. (Dikutip dari buku: Tung Desem Waringin, 2008. Financial Revolution: PT Gramedia Pustaka Utama, halaman 11 sampai dengan 14, Bab 1: Calon Orang Kayakah Anda?).

Berdasarkan kutipan dari buku ‘Financial Revolution‘ yang ditulis oleh TDW tersebut sudah ada sebuah fenomena data faktual yang mengungkapkan sebuah gambaran nyata bahwa 1% orang menguasai 71% uang yang beredar di Indonesia dan 5% orang menguasai 90% uang yang beredar di dunia.

BACA JUGA:  RUPS PT ENERGI KITA INDONESIA Tampilkan Aplikasi Berbasis Digital Energi

Menurut Mr. Kan, persoalan kepenguasaan banyak uang yang beredar oleh sedikit orang merupakan sebuah fenomena yang tidak dapat dielakkan, satu hal dari kutipan buku ‘Financial Revolution’.

“Sangatmenginspirasikan sebuah fakta bahwa dasar pemikiran golongan orang-orang yang ingin menjadi super kaya terdapat perbedaan yang cukup jauh, apabila dibandingkan dengan dasar pemikiran golongan rata-rata orang yang tidak berpikiran untuk mengejar penguasaan uang yang lebih banyak dan lebih banyak lagi. “Urainya.

Namun Mr. Kan juga menganalisis terlepas dari dasar pemikiran yang berbeda tersebut, mungkin juga ada faktor dari karma baik atau keberuntungan (hoki) dari kita sejak lahir di dunia ini.

“Saya pribadi pernah mengikuti sebuah seminar motivasi yang diselenggarakan oleh seorang motivator nomor satu (1) di Indonesia, yaitu, bapak Andrie Wongso menyatakan bahwa “Hoki dapat dibuat atau diciptakan. “ulas Mr. Kan.

Ia mencontohkan fakta-faktanya, orang yang kita kenal dahulu miskin dan sekarang orang miskin tersebut berubah menjadi kaya raya, tentu dahulu tidak ada orang yang mengatakan orang miskin tersebut hoki atau beruntung, namun setelah orang miskin tersebut berubah menjadi kaya raya, maka akan banyak orang mengatakan orang kaya tersebut hoki atau beruntung. Betul bukan?

Dikatakan Mr. Kan, seorang motivator ternama di Indonesia berkebangsaan Singapura, yaitu Mr. James Gwee menyatakan ‘hasil adalah akibat dari tindakan‘, “No action nothing happen, when you take action miracle happen

“Artinya apabila kita tidak mengambil suatu tindakan maka tidak akan pernah ada keajaiban yang terjadi, apabila anda mengambil suatu tindakan maka akan banyak keajaiban yang akan terjadi. “terang Mr. Kan yang dikutip dari seminarnya Motivator ternama di Indonesia yang berasal dari kebangsaan Singapore Mr. James Gwee.

Jadi dapat disimpulkan bahwa jika kita tidak berusaha berjuang mengejar kekayaan, maka kekayaan tidak akan datang pada kita.

“Sebuah fenomena kepenguasaan keuangan yang beredar secara fakta, bahwa sedikit orang dapat menguasai banyak uang yang beredar secara Nasional dan Internasional. Itu faktanya. “Terang Mr. Kan yang dilansir dari Tung Desem Waringin, 2005, Financial Revolution” halaman 11 sampai dengan 14, Bab 1 Calon orang kayakah anda?

BACA JUGA:  Ribuan Mahasiswa Yel-Yelkan Turunkan Jokowi dan Akan Duduki Gedung DPR RI

Mengulas hal tersebut diatas, Mr. Kan mengurai Apakah tidak boleh seseorang menguasai uang dalam jumlah yang banyak dengan cara yang tidak dilarang oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku/UU?

“Ya.. tentu saja boleh, karena sampai saat ini, belum ada aturan hukum/UU baik di dalam negeri mau pun dunia Internasional yang dapat membatasi seseorang untuk menguasai banyak uang yang beredar secara legal. “jawabnya.

Terkecuali kata Mr. Kan, penguasaan keuangan dengan cara perbuatan melawan hukum/melanggar UU atau bersumber dari tindakan kejahatan, jika seperti ini disebut ilegal, maka tidak diperbolehkan dan akan dikenakan sanksi hukuman pidana penjara, apabila perbuatan kejahatan tersebut terbukti oleh pihak yang berwenang.

“Kita ambil contoh jumlah kepenguasaan banyak uang oleh beberapa orang terkaya di dunia, terutama dari Negara maju, seperti, Chief Executive Officer (CEO) Amazon Jeff Bezos (AS) memiliki harta kekayaan sejumlah 150 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 2.100 triliun, CEO Microsoft Bill Gates (AS) memiliki harta kekayaan sejumlah 93,6 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 1.310 triliun, CEO Alibaba Group Jack Ma (China) memiliki harta kekayaan sejumlah 38,2 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 534,8 triliun, CEO Facebook Mark Zuckenberg (AS) memiliki harta kekayaan sejumlah 52 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 728 triliun, CEO Softbank Masayoshi Son (Jepang) memiliki harta kekayaan 26,6 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 372,4 triliun dan lain sebagainya. “bebernya lagi.

Soal hukum, jelas Mr. Kan untuk Negara maju pastinya tidak mudah menguasai harta kekayaan dengan cara-cara Ilegal dan akan terdapat perbedaan apabila dibandingkan dengan fakta kondisi di Negara-negara yang sedang mengalami kemerosotan seperti di Indonesia dan sebagainya.

“Kemungkinan hal itu bisa saja terjadi kepenguasaan keuangan atau harta kekayaan yang banyak oleh orang-orang tertentu dengan cara-cara yang termasuk Ilegal (dilarang oleh Undang-Undang/aturan hukum). “cibir Mr. Kan.

Tentunya kata Mr. Kan permasalahan tersebut akan muncul atas hak asasi manusia, apabila di dalam suatu Negara yang sedang mengalami kemerosotan, ada orang-orang tertentu yang dapat menguasai harta kekayaan yang banyak dengan cara-cara yang illegal, “permasalahan krusial seperti ini harus segera diatasi dan diselesaikan dengan cara yang tepat dan berkeadilan. “tegasnya.(Op/red)

Komentar