oleh

Andi Arief Ngetweet Singgung Sandiaga dan Ungkit Prabowo Keras Kepala

Kabartoday, Jakarta – Lagi-lagi Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief bikin heboh warganet. Ia membuat cuitan melalui akun pribadinya dan menyebut Demokrat dijadikan kambing hitam dalam kekalahan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno di Pilpers 2019.

Andi mengungkit soal pemilihan cawapres hingga gelaran deklarasi yang tak melibatkan partainya maupun SBY.

Dalam cuitannya hari Jum’at (7/6/2019) Andi Arief menulis di akun Twitternya, ‘Pasangan 02 deklarasi capres cawapres tanpa melibatkan Partai Demokrat, SBY dan AHY. Artinya, merasa kuat dan punya perhitungan sendiri untuk menang. Dalam kenyataannya kalah terpuruk, malah menyalahkan Partai Demokrat, SBY dan AHY. Ngambek pada kekuatan yang tidak dilibatkan.’

BACA JUGA:  Mr Kan Ajak Semua Pihak Usut Nilai Kerugian Pasca Kerusuhan 21 dan 22 Mei

Andi juga menyinggung kekalahan Prabowo Sandi, malah partainya mulai dari SBY hingga AHY disalahkan, padahal deklarasi pada 9 Agustus 2019 lalu, Demokrat hanya meminta Prabowo untuk tidak meminang Sandiaga sebagai cawapres. Deklarasi Prabowo-Sandiaga kala itu pun kata Andi hanya disaksikan PAN-PD-Gerindra, sementara Demokrat yang menolak pencalonan Sandiaga belum memutuskan sikap politiknya.

“Demokrat, SBY dan AHY ditinggal oleh deklarasi 02 hanya karena bilang jika Pak Prabowo berpasangan dengan Sandi Uno tidak memiliki peluang menang berdasar survey, dan menyarankan Pak Prabowo mencari cawapres lain agar kesempatan menang ada. “ulas Andi.

BACA JUGA:  IKB UI-PM Himbau Semua Elemen Penuhi MK Hari Ini Hingga 28 Juni

Andi juga menyebut berdasarkan survey saat itu, Sandi teridentifikasi politik SARA, sehingga sulit menang di Jateng dan Jatim yang pemilihnya besar, “Prabowo keras kepala dan meninggalkan Demokrat. Kini terbuktikan? “Ungkitnya.

Kata Andi, tak hanya itu, Demokrat, SBY dan AHY pun berupaya keras untuk mengantarkan Prabowo-Sandiaga menjadi presiden-wapres RI, meski pihaknya tidak yakin akan kemenangan 02.

BACA JUGA:  Petisi FPI Kembali Hidupkan Kebangsaan Yang Berakhlaq

“Kan sudah berkali-kali gelar pertemuan, kita sering mengusulkan sesuatu yang positif namun selalu ditolak oleh 02. Kawan yang baik adalah yang mengajarkan hal benar. “ujar Andi.

Menurut Andi, ada hal yang tidak pantas untukĀ  dikemukakan mengapa Pak Prabowo memaksakan wakilnya Sandi Uno.

“Biarlah itu akan menjadi rahasia Partai Demokrat, SBY dan AHY. Namun sejarah mencatat bahwa Partai Demokrat, SBY dan AHY sudah menunjukkan jalan menang namun ditolak Pak Prabowo. “Kata Andi.(Op/red)

Komentar