oleh

Ani Hasibuan Ungkap Misteri Kematian Ratusan Petugas KPPS

Kabartoday, Jakarta – Kematian ratusan petugas KPPS dalam pesta demokrasi pemilu 2019 telah menjadi sorotan Nasional maupun Internasional. Kejadian tewasnya lebih dari 500 orang petugas KPPS bukan hanya sebagai kebetulan, melainkan ada dugaan kuat sebagai bentuk kelalaian penyelenggara pemilu yakni KPU RI.

Bahkan berbagai ornamen dan elemen masyarakat menganggap kematian ratusan petugas KPPS adalah bentuk pembunuhan massal, bukan kelalaian belaka dari penyelenggara. Untuk itu, negara perlu membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) agar mengungkap penyebab misteri kematian ratusan orang dalam tugas mulia di pemilu 2019 tersebut.

Kabar menggemparkan dari seorang dokter Ani Hasibuan meminta agar dilakukan otopsi ratusan penyelenggara Pemilu 2019 meninggal yang diduga karena berbagai sebab itu.

Dalam hal ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) diminta bertanggung jawab atas tewasnya ratusan anggota KPPS atau  Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara maupun petugas Pilpres 2019 atau Pileg 2019 lainnya.

BACA JUGA:  Bantahan Wilson Soal Diskusi Publik Memberantas Jurnalis Abal-Abal

Dokter ahli syaraf ini menduga ada unsur kelalaian dalam proses rekrutmen maupun proses lainnya yang menjadi penyebab ratusan anggota KPPS tewas.

“Kami sudah melakukan investigasi di Yogyakarta, meminta agar dilakukan pemeriksaan dan bila perlu otopsi terhadap para korban penyelenggara Pemilu 2019 yang tewas itu, karena ini bukan kejadian wajar. “Kata Ani.

Video Pengungkapan Dr. Ani Hasibuan

Sejak awal dirinya sudah menduga ada misteri penyebab kematian ratusan petugas KPPS. Sebagai dokter dan memiliki kepekaan kuat atas insiden yang menimpa munculnya pembunuhan massal di pesta demokrasi Indonesia, adalah sebagai bencana pembantaian.

“Banyak amat yang meninggal. Orang pemilu kan happy¬†mau dapat pemimpin baru atau gimana, tapi malah yang terlihat dan ada seperti pembantaian, “ucap Ani Hasibuan.

Ani Hasibuan kemudian menunjukkan beberapa hasil investigasi di Yogyakarta yang ditampilkan di Tv One saat dirinya diundang di acara program Catatan Demokrasi Kita, Selasa (7/5/2019).

BACA JUGA:  Deputi PPPA: Hak Anak Harus Dikedepankan

Kesimpulan hasil investigasinya ternyata Dr. Ani Hasibuan mengungkapkan tidak ada kaitan kelelahan dengan kematian anggota KPPS.

Artinya penyebab ratusan anggota KPPS tewas perlu diteliti lebih mendalam, ini ada faktor X sehingga menjadi misteri.

“Membunuh tanpa alasan 1 nyawa saja sama saja dengan membunuh se dunia. laaahh Ini ada 500 orang lebih yang meninggal, apakah kita akan diam saja?, saya sebagai dokter, juga sebagai rakyat, ayo dong para korban diperiksa. Di Jogja ada korban, punya anak empat. Istri tidak kerja. Mau diapain sama negara tuh. “Tegas Ani Hasibuan.

Terbongkarnya proses rekrutmen anggota KPPS yang banyak kejanggalan dan manipulasi, terutama terkait surat keterangan kesehatan telah menghiasi dinding kebobrokan penyelenggara pemilu.

BACA JUGA:  Arab Saudi Kecam Teroris Serang Pasokan Minyak

Menurut pengakuan anggota KPPS kepada Ani Hasibuan, mereka tidak diperiksa kesehatannya terlebih dahulu oleh petugas kesehatan, tetapi langsung diberikan surat keterangan.

“Soal pemeriksaan kesehatan, saya tanya kepada mereka, bagaimana cara mendaftar sebagai anggota KPPS, pergi ke puskesmas bikin surat keterangan sehat. diperiksa tidak, ditensi ke, dirontsen, enggak tuh, “ulas Ani Hasibuan.

Ani juga membeberkan adanya korban meninggal karena memiliki penyakit bawaan, yakni sakit ginjal, kata Ani Hasibuan, fakta ini justru semakin memperkuat dugaan adanya kelalaian.

“Sangat tidak logis jika orang yang menderita sakit ginjal atau mereka yang sudah berumur di atas 60 tahun dipekerjaan dalam waktu 3 x 24 jam. “Jelasnya.

Menurutnya, orang yang sudah meninggal memang tidak perlu ditangisi karena sudah waktunya. Tetapi, penyebab dari kematiannya itu yang harus diteliti.(editor.Op)

Komentar