oleh

April-Desember 2019, Polsek KPYS Ambon Sembilan Kali Gagalkan Penyelundupan Sinabar Merkuri

-Aktual-63 views

Kabartoday, AMBON – Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (Polsek KPYS) Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease sembilan kali menggagalkan penyelundupan barang berbahaya berupa material batu sinabar maupun cairan merkuri ke luar Maluku melalui Pelabuhan Laut Yos Sudarso maupun pelabuhan Slamet Riyadi Ambon. Prestasi Polsek KPYS yang dipimpin Kapolsek Ajun Komisaris Polisi Florensius Teddy menggagalkan penyelundupan material berbahaya yang dapat mencemari lingkungan ini dilakukan dalam kurun waktu bulan April hingga Desember 2019.

Dari sembilan pengungkapan kasus ini, sebanyak delapan kasus penyidikan dilakukan oleh Polsek KPYS sementara satu kasus penyidikannya dilakukan Polda Maluku melalui Ditreskrimsus. Barang bukti yang berhasil diamankan material batu sinabar berjumlah 89 kilogram sementara cairan merkuri atau air raksa 212 kilogram. Sementara jumlah tersangka berjumlah 12 orang.

Untuk penyidikan delapan kasus di Polsek KPYS, sebanyak lima kasus telah tuntas dimana para tersangka dan barang bukti telah diserahkan ke kejaksaan. Dua kasus lain telah P-21 dan menunggu proses tahap II ke kejaksaan, sementara satu kasus terakhir masih dalam proses penyidikan.

Berbagai modus dilakukan para tersangka untuk mengelabui petugas kepolisian untuk menyelundupkan barang berbahaya ini melalui angkutan laut. Ada material batu sinabar ditumpuk dengan material barang lainnya dalam peti kemas atau kontainer untuk diselundupkan ke luar Maluku. Ada juga modus menyamarkan cairan merkuri dalam buah kelapa yang kemudian dimasukan dalam peti kemas. Namun berkat kejelian dan insting intelijen anggota kepolisian dari Polsek KPYS, rencana penyelundupan material berbahaya melalui pelabuhan laut Yos Sudarso Ambon berhasil digagalkan.

BACA JUGA:  Perum Perhutani Serang Banten Telak Menipu Investor TWA

“Periode April hingga Desember ini, kita (Polsek KPYS-red) berhasil mengungkap sembilan kasus ilegal meaning atau pertambangan ilegal dengan barang bukti material sinabar maupun cairan merkuri atau air raksa,” ungkap Kapolsek KPYS AKP Florensius Teddy kepada media ini di ruang kerjanya Selasa (31/12/2019).

Ia jelaskan dari hasil pemeriksaan para tersangka terungkap keseluruhan material sinabar maupun merkuri yang ditangkap di Pelabuhan Yos Sudarso ini berasal dari Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Para tersangka berhasil meloloskan barang beracun ini dari SBB masuk ke Ambon dengan berbagai cara. Namun karena kejelian dan kecermatan personil Polsek KPYS di lapangan, sembilan kali mereka berhasil menggagalkan penyelundupan barang berbahaya ini.

Kapolsek KPYS AKP Florensius Teddy sedang memberikan petunjuk administrasi penyidikan kepada Kanit Rekrim Bripka Haris Manuputty

Pengungkapan sembilan kasus ini dimulai pada Minggu (7/4/2019) pukul 06.30 WIT berhasil mengamankan satu tersangka HS alias Herman dengan barang bukti 28 kilogram material sinabar. Kasus kedua diungkap Rabu (10/4/2019) pukul 17.00 WIT dengan TKP Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon. Satu tersangka LDOI alias Ode diamankan dengan barang bukti 24 kilogram cairan merkuri. Kasus ketiga diungkap Selasa (16/4/2019) pukul 19.30 WIT di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Barang bukti mateiral sinabar sebanyak 29 kilogram berhasil diamankan bersama satu tersangka MAJ alias Muja.

BACA JUGA:  Jusuf Rizal: Ada 'Grand Design' Pembunuhan Karakter Anies Karena Potensi Pilpres 2024

Kasus keempat diungkap Minggu (12/5/2019) pukul 10.30 WIT di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Kasus ini cukup menghebohkan karena modus baru dilakukan tersangka untuk mengelabui petugas. Modus yang dilakukan dengan menyamarkan cairan merkuri dalam batok kelapa yang jumlahnya ribuan untuk dikirim ke Pulau Jawa menggunakan peti kemas. Namun berkat kejelian seorang personil KPYS Brigpol Oktovianto Tutuarima, berhasil mengetahui adanya carian merkuri dalam buah kelapa yang disamarkan dengan ribuan buah kelapa lainnya. Dalam kasus ini penyidikannya diambil alih Ditreskrimsus Polda Maluku. Dua tersangka ditetapkan dalam kasus ini yaitu YR alias Yanto dan AE alias Artam.

Kasus kelima terungkap Rabu (12/6/2019) pukul 21.00 WIT di Pelabuhan Yos Sudarso. Satu tersangka ditetapkan dalam kasus ini yaitu IM alias Ical dengan barang bukti 41 kilogram. Kasus keenam diungkap Minggu (27/6/2019) pukul 09.00 WIT juga di Pelabuhan Yos Sudarso. Dua tersangka diciduk yaitu IRE alias Ismail dan RS alias Rifai dengan barang bukti cairan merkuri sebanyak 38 kilogram. Kasus ketujuh di tahun 2019 diungkap Sabtu (21/9/2019) pukul 08.00 WIT di Pelabuhan Yos Sudarso. Satu tersangka GT alias George diamankan disertai barang bukti 32 kilogram material sinabar.

BACA JUGA:  Camat Dan Kapolsek Panongan Himbau Masyarakat Jaga Kedamaian Bersama

Kasus kedelapan terungkap Minggu (22/10/2019) pukul 09.00 WIT di Pelabuhan Yos Sudarso. 75 kilogram cairan merkuri berhasil diamankan dari tangan dua tersangka MR alias Masnur dan LM alias Mu’Min. Kasus kesembilan diungkap Minggu (1/12/2019) di Pelabuhan Yos Sudarso dengan tersangka WJS alias Widodo. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa cairan perak yang diduga merupakan cairan merkuri sebanyak 34 kilogram.

Semua tersangka ini karena tidak memiliki Ijin Usaha Pertambangan (IUP) dijerat dengan pasal 158 Jo pasal 161 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Ancaman hukuman 10 tahun penjara serta denda 10 miliar rupiah bakal menjadi ganjaran terhadap para tersangka.

Kapolsek KPYS AKP Florensius Teddy tegaskan pihaknya tidak akan berhenti untuk terus melakukan penyisiran terhadap kemungkinan masih adanya penyelundupan material sinabar melalui di wilayah hukum Polsek KPYS. “Kami tidak akan pernah berhenti menabuh genderang perang untuk para penyelundup barang beracun dan berbahaya ini. Apalagi masalah merkuri ini sudah menjadi atensi bapak Presiden RI ditindak tegas. Karenanya, saya menghimbau agar para mafia material berbahaya ini jangan pernah masuk di wilayah hukum Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso. Pasti akan kami tindak tegas tanpa pandang bulu,” tandas Teddy. (Manuel)

Komentar