oleh

Arah Pidato AHY Harapan Presiden Baru 2019

Kabartoday, Jakarta – Ketua Umum Satria Gerindra, Moh Nizar Zahro menjelaskan soal Pidato AHY arah tujuannya ditujukan untuk mendukung kemenangan Prabowo-Sandi. Frasa ‘presiden terpilih dalam Pemilu 2019’ dan menggambarkan harapan terpilihnya presiden baru. Hal itu dikatakannya ke wartawan, Senin (4/3/2019).

Zahro sepakat bahwa Partai Demokrat berkeyakinan presiden baru lah yang akan mampu mewujudkan program-program kerakyatan sebagaimana telah di wujudkan pada era Presiden SBY.

Dengan demikian, kata Zahro pidato AHY ingin menegaskan bahwa Jokowi gagal menjadi presiden RI. Indikasinya, pertumbuhan ekonomi yang hanya berkutat di 5 persen gagal mengerek ekonomi rakyat. Akibatnya, banyak rakyat yang terjerembab dalam kubang kemiskinan.

BACA JUGA:  Tedjo Edhy Optimis Prabowo Sandiaga Menang di MK

Di sisi lain, pemerintah makin membebani dengan berbagai kebijakan yg tidak pro kerakyatan, misalnya pencabutan subsid BBM dan listrik. Kondisi demikian menggambarkan kondisi rakyat serasa sudah jatuh tertimpa tangga pula.

“Keresahan rakyat itulah yang dirasakan oleh Pak SBY dan AHY. Bahkan beberapa bulan lalu mereka mengadakan safari keliling Indonesia. Dimana-mana rakyat mengeluh tentang kondisi ekonomi yang makin sulit. “ungkap Zahro.

Lebih lanjut kata Zahro, rakyat menganggap kebijakan pemerintahan Jokowi tidak berimbas pada kehidupan ekonomi rakyat. Jumlah rakyat yang susah semakin bertambah drastis. Fakta tersebut terkonfirmasi oleh data yang menyatakan jumlah penerima KIS dan PKH bertambah berlipat.

BACA JUGA:  Polisi Batalkan Pemeriksaan Minurlin Agus Sutomo

“Logikanya, kalau klaim pemerintah bahwa kemiskinan menurun maka jumlah penerima bantuan KIS dan PKH juga harus menurun. Tapi faktanya keduanya menunjukkan angka kontradiktif. Angka kemiskinan diklaim turun menjadi 25,95 juta orang, tapi penerima bantuan KIS melonjak 92,4 juta orang dan jumlah penerima PKH sebesar 10 juta keluarga atau 40 juta orang dengan asumsi 1 keluarga berjumlah 4 orang. “beber Zahro.

Selain itu, Zahro menerangkan fakta di lapangan menunjukkan masih banyak rakyat yang memenuhi kriteria kemiskinan, tapi tidak mendapatkan program bantuan pemerintah. Rakyat miskin dipaksa berjuang tanpa uluran bantuan pemerintah.

BACA JUGA:  Ini Dia Hubungan Partai Garuda dengan Gerindra

Kembali kepersoalan Pidato AHY, lebih rinci diulas Zahro bahwa AHY ingin menegaskan kondisi tersebut, dan harus dihentikan. Rakyat harus segera disejahterakan. Pertumbuhan ekonomi harus segera dipompa agar melaju tinggi sehingga bisa berdampak terhadap perbaikan ekonomi rakyat.

“AHY berkeyakinan bahwa presiden baru lah yang mampu mewujudkan amanah tersebut. Dan presiden baru tersebut adalah Prabowo Subianto. “Tegas Zahro.(Hfj)

Komentar