oleh

Bangunan Kost di Curug Sangereng ,Ahmad Syahril:Jika Fiks Belum Ada Izin Maka Layak Untuk Ditutup Oleh Satpol PP

Kabartoday, Kabupaten Tangerang Banten – Menyikapi bangunan kost-kosan yang berlokasi di RT.01 RW.01 Desa Curug Sangereng, Kelapa Dua pihak Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) DTRB Kabupaten Tangerang akan mengecek ke lokasi.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Wasdal Erni Nuraini melalui pesan whatsapp, Selasa (6/10/2020).

“Abdi nuju ngecek heula pak,” Singkatnya.

Bangunan Kost-kosan itu terlihat sudah mencapai 40 persen dalam tahap pengerjaannya atas nama pemilik Teoni dari informasi pekerja. Namun, tidak terlihat papan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terpampang.

BACA JUGA:  Kunjungi Jemaat Gereja Aspol Perigi Lima, Kapolda : Hidup di Maluku Harus Toleransi

Mengacu pada Perda Kabupaten Tangerang nomor 10 tahun 2001 tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB), kemudian diubah dengan Perda No.10 tahun. 2006. Yang salah satu poinnya berbunyi: bahwa setiap Bangunan yang ada di Kabupaten Tangerang wajib memiliki IMB terlebih dahulu sebelum proses pembangunan.

Sementara menurut, Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Komisi 1 Ahmad Syahril, kos-kosan diatas 10 pintu harus memiliki syarat-syarat perizinan usaha dan IMB.

BACA JUGA:  Sejumlah PNS Kab. Tangerang dilantik dan diambil Sumpah Jabatan

“Cek juga syarat-syarat perizinannya karena kalo ga salah ada syarat yang harus punya izin usaha dan IMB, misalkan kalo kost-kosan nya diatas 10 pintu, di cek dulu ya,” ungkap Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rabu (7/10/2020) melalui pesan whatsapp kepada wartawan.

“Jika ada yang kurang pas atau sinkron dengan dilapangan, buat pengaduan ke DPRD nanti audiensi diproses,” Ujarnya.

BACA JUGA:  Satgas BKO Yonif 734/SNS di Ambon Bantu Warga Bongkar Jembatan

Lebih lanjut ia mengatakan, soal dugaan tidak adanya IMB pada bangunan kost di Desa Curug Sangereng, Kelapa Dua harus dibuktikan dengan cara cek ke DPMPTSP.

“Bisa via websitenya atau datang langsung ke kantornya. Jika sudah fiks belum ada izin, maka layak untuk ditutup via satpol PP,Tegas Ahmad Syahril. []RED

Komentar