oleh

Batasi Postingan Konten Politik di Sosmed, Iswan Abdullah Sebut RK Ngawur

Kabartoday, Jakarta – Menanggapi pernyataan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK) soal ajak masyarakat kurangi (batasi) postingan konten politik di Sosial Media (sosmed), Jurkamnas sekaligus anggota Direktorat Materi dan Debat BPN, H. Iswan Abdullah sebut RK sudah ngawur.

Iswan menyayangkan pernyataan RK soal publik untuk membatasi postingan konten politik di dunia maya adalah suatu tindakan yang kurang pas.

“Masyakarat harus tau tentang perkembangan politik Indonesia, lebih banyak orang memposting konten politik, berarti rakyat kita sudah cerdas dan itu adalah buah edukasi politik dini. “Kata Iswan saat ditemui di wilayah TMII, Selasa (23/4/2019) pukul 21.00 Wib.

BACA JUGA:  Gowes Bersama Stakeholder Pelabuhan Tanjung Priok Dalam Rangka HUT Bhayangkara Ke 73

Iswan membeberkan perlunya informasi politik kepada masyarakat baik melalui pendidikan formal, seminar, diskusi politik, hingga di dunia maya, itu merupakan wujud kebebasan berpendapat yang dilindungi Undang Undang.

“Sebagai pejabat publik, harusnya RK mensupport dan hanya mengontrol konseptual politik yang berkembang di masyarakat, bukan membatasinya. Itu berarti ia menginginkan masyarakat bodoh dan mudah di permainkan arus politik. “tegas Iswan.

Iswan juga meminta Kemenminfo RI, dan penegak hukum dalam hal ini Kepolisian Republik Indonesia untuk lebih bijak menyikapi berbagai isi konten politik di jejaring sosial media.

BACA JUGA:  Penanganan Kasus Audry, Penegak Hukum Harus Lebih Independent

“Sebagai lembaga pemerintahan yang mengatur arus komunikasi, Kemenminfo dan kepolisian juga harus bijak, jangan sedikit-sedikit akun seseorang di blockir, dan kemudian orang tersebut dimasukan ke dalam penjara. itu bukan cara-cara demokrasi, itu juga bukan cara-cara mendidik yang baik bagi rakyat. Sama saja Kemenminfo dan kepolisian telah mendiskriminasi HAK kebebasan publik dalam berpendapat, bahwa rakyat bukan menghukumi, bukan memfitnah, dan bukan melakukan kriminalisasi melalui IT, tetapi rakyat mengkritisi dalam berbagai tulisan di postingan jejaring sosial media. “Papar Iswan.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (RK) mengatakan dalam acara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Jabar dengan Tokoh Lintas Agama, Ketua Ormas, dan Pemimpin Redaksi media massa di Aula Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (22/4/2019), untuk mengajak warga agar menahan diri dalam mengunggah konten berbaik politik terkait Pemilu 2019 di media sosial (sosmed).

BACA JUGA:  Amankan Nataru, Polda Maluku Gelar Pasukan Operasi Lilin Siwalima 2019

RK menyimpulkan dalam kondisi saat ini, ia khawatir segala unggahan yang berkaitan dengan politik dipersepsi negatif oleh orang lain dan berpotensi memecah belah bangsa.

Pemilihan Presiden dan Legislatif 2019 kata RK telah selesai digelar. Masyarakat diminta bersabar menunggu hasil perhitungan resmi dari KPU.(Op/red)

Komentar