oleh

Bawaslu Di Geruduk Massa, Suta Minta Usut KPU 

Kabartoday, Jakarta – Bawaslu RI didemo oleh ribuan massa hari ini, Rabu (24/4/2019). Massa yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat yang datang dari Jabodetabek menuntut Bawaslu lebih tegas bersikap terhadap kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Wakil Sekjen Bina Bangun Bangsa Suta Widhya SH yang mendampingi Ian dari ormas Satuan Muda Garuda Bogor dengan membawa barang bukti bukti segel asli yang diambil saat penggerebekan yang dilakukan oleh Ian dan kawan-kawan meminta Bawaslu usut KPU.

“Bukti yang dibawa oleh Ian dan kawan-kawan dari Bogor merupakan salah satu bukti kecurangan berjumlah ribuan kasus yang terjadi di seluruh Indonesia dan luar negeri. Kami ragukan netralitas KPU. “Kata Suta di depan gedung Bawaslu RI.

BACA JUGA:  Rektor UIN Suska Riau Bentur PP 53/2010 Soal Pemecatan Dr Kusnadi

Demo yang berlangsung mulai pukul 10 pagi tidak surut meski hujan turun ditengah orasi yang diisi oleh emak-emak militan.

Menurut Ian kali ini adalah pemilu paling brutal sejak 1955. Ia menunjuk ekspresi para demonstran yang membawa keranda mayat yang berarti matinya demokrasi.

“Sebenarnya sudah cukup untuk memproses hukum atas seluruh komisioner KPU ke ranah hukum. Karena KPU diduga tidak netral, dan banyak kecurangan yang terjadi di mana-mana namun Bawaslu terlihat kurang tegas. “Tegas Ian.

BACA JUGA:  Ka.Dis Kesehatan Bandar Lampung Terima Surat Somasi  (Mal Praktek) di  ruang kerjanya

Ia jua mengkuatirkan akan terjadinya konflik horizontal di tengah masyarakat antara pendukung paslon 02 dengan pendukung paslon 01. Satu-satunya jalan, Bawaslu harus bersikap tegas.

“ini bukan hanya kesalahan biasa, tapi ada kejahatan terstruktur dan masif yang terlihat indikasi memenangkan paslon 01. “ucapnya.(Op/Hsw)

Komentar