oleh

Beginilah Cara Polisi Mencintaimu, Dalam Upaya Cegah Penyebaran Covid-19

Kabartoday, Serang  Banten – Sejak sekian bulan lalu, berbagai negara di belahan dunia sedang di landa ujian dan cobaan, dengan menyebarnya wabah virus corona (covid-19), termasuk negara yang kita cintai bangsa indonesia. Segala upaya telah di lakukan pemerintah baik pusat maupun daerah, untuk menekan laju penyebaran virus corona ini, melaui berbagai kegiatan kebijakan pemerintah.

Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi, dalam keterangannya menyampaikan, bahwa Kapolri Telah Menindaklanjuti Kebijakan Pemerintah, dengan Mengeluarkan Maklumat Kapolri, dengan Rencana aksi yang turut menyertai Himbauan kapolri, melalui kegiatan sosialisasi maklumat, patroli himbauan dialogis untuk sosial distancing, kegiatan pencegahan dengan melakukan penyemprotan Virus Covid-19 di berbagai tempat, hingga melakukan aksi pembubaran kerumunan massa, di berbagai tempat, warnet, cafe, tempat hiburan, warung, acara resepsi pernikahan, hingga acara perayaan lainnya. Ujar Edy Sumardi
Pada Kamis,(02/04/2020).

Edy Sumardi, Juga ingin menyampaikan kepada masyarakat, terkait pandangan bapak Varhan Abdul Azis, seorang pengamat sekaligus sebagai sekertaris Eksekutif Indonesian Bureaucracy and Service Watch, yang di kutip dan disampaikan beliau pada suatu acara di jakarta, pada Rabu, 1 april 2020

Kita berada di masa – masa penuh cobaan. Semua orang merasakan. Kaya, miskin, bos, pegawai, Aparat, rakyat, semua terkena dampak perubahan hidup dari Covid 19. Jadi yang susah bukan cuma kamu sendirian !  Mengeluh tidak akan jadi jalan, banyak yang lebih sulit kondisinya dari yang kamu rasakan. Sesulit-sulitnya hidup sekarang, dirumah kalian masih bisa merasa aman.

BACA JUGA:  Sidoarjo Jadi Tuan Rumah Laga Kejurnas Renang Antar Club Se Indonesia Jatim Open 2019

” Diluar sana ada orang – orang  yang harus tetap dijalan. Berada di tengan zona merah, tidak bisa bekerja dari rumah. Orang – orang itu juga mau hidup seperti kalian. Yang kerja dari jaringan, bangun tidur bercelana pendek buka laptop, bakar rokok, ngopi,makan gorengan. Lihat layar, otak atik hp kirim tugas, tidur lagi. ” Ujar Varhan.

Manusia – manusia itu berseragam coklat, berlencana kewenangan. Karena lencana ini, justru mereka jadi tidak bisa santai dirumah, ada orang – orang yang harus dilindungi, saat yg lain aman di kediaman. Tugas mereka mengamankan, sudah jadi resiko saat disumpah pelantikan. Percayalah, jadi mereka itu tidak enak, menindak benar tidak dipuji, berlaku salah direkam kamera. Viral.

Mereka Polisi, yang dimasa Pandemic Corona ini tidak bisa #StayHome. Supaya kamu bisa #StayHome. Mereka ada yang ditugas di Wisma Atlet, jadi dokter. Hadapi langsung makhluk kecil jahat tak terlihat, kapanpun ajal datang mereka harus siap. Sekali masuk sana mereka resmi jadi ODP, Berbulan tidak bertemu keluarga, mental harus dijaga. Anak bertanya bapaknya mana, hanya bisa bicara dari kamera. Rindu terasa tak bisa terbalas, kalau mereka gugur dalam tugas, keluarga tak menguburkan, Tak sempat ucap salam perpisahan.

BACA JUGA:  Lima Pelajar Tewas Tenggelam di Sungai Ciujung Baduy, Polisi Lakukan Penyelidikan

Ada yang ditugas di jalan, Bapak-bapak Polantas. Bangun subuh langsung jaga stand by di jalanan. Padahal disana paling banyak bahaya virus bersebaran. Ada juga yang ditugas bawa mobil huru hara. Bukan buat bubarkan masa, tapi semprot disenfektan rata, sepanjang jalan agar virus mati tak tersisa. Terimakasih, kalau harus bayar, mahal. Ketika banyak orang tega bisnis cari kaya, ambil kesempatan dalam bencana.

Sering kita lihat, mereka membubarkan kerumunan orang yang sedang enak makan di cafe kemudian disuruh pulang. Ada yang sadar namu sebagian banyak juga yang mengeluh, berbisik – bisik tidak suka. Orang – orang egois itu lupa, kalau mereka kena, orang  lain tidak bersalah bisa juga menjadi korbanya. Sudah terkena virus, mati menyusahkan orang pula. Akhirat tempatnya dimana? Wallahualam bishawab.

Mereka membubarkan kalian karena cinta, Supaya bisa tetap bertemu keluarga dalam kondisi hidup, sehat tanpa penyakit dirasa. Kalau boleh memilih, polisi – polisi itu mau juga ikut nongkrong, nyanyi – nyanyi dipinggir jalan sama kalian. Hepi – hepi lepas penat setelah tugas panjang seharian. kalau bisa mereka curhat. Kalender dirumahnya tidak pernah ada tanggal merah.

Yang nikahan buat ramai – ramai, dipersilahkan selesaikan akadnya, lalu semua harus pulang kerumah. Polisi – polisi ini mengerti hari itu masanya pengantin berbahagia. Karena cinta mereka terpaksa minta tunda resepsinya, agar kalian tidak kena Corona di Malam Pertama. Dibubarkanya pun baik-baik serta dengan sopan, yang hajat dan tamu harus paham. Tidak mau paham, siap – siap tidur di tahanan.

BACA JUGA:  Bupati Kampar Serahkan 2800 Ha Lahan Senama Nenek

Kita masih beruntung tidak diperlakukan Pak Polisi seperti di India, seperti dipukul pakai rotan, ketika keluar rumah. Bahkan kabarnya ada yang sampai meregang nyawa. Yang masih santai di tempat ramai, diajak bicara selayaknya manusia, yang ngeyel masih tetap diberi pengertian. Yang melawan akhirnya harus ditertibkan. Yang tidak sayang nyawa, mau mati, silahkan, tapi jangan ajak orang lain. Karena cinta, mereka mengingatkan kalian, agar tetap hidup tidak berakhir kematian.

Semua ini pada saatnya akan berakhir sudah. Seperti di Wuhan, kalian akan lagi bisa bebas turun ke jalan. Ketika waktu itu tiba, percayalah, kalian akan sadar, semua yang bapak baju coklat lakukan, adalah karena mereka mau kalian tiba di masa bahagia itu. Hari ini kita sama2 bertahan. Agar bisa sampai di waktu itu, kita harus tetap hidup. “Kami dijalan untuk kalian, Kalian di rumah untuk kami,” begitu Yang Pak Polisi Katakan.

Kala waktu itu tiba, ingin kami berdiri berjajar dipinggir jalan. Menundukan kepada pada kalian dan berkata,”Terimakasih, karena cinta kalian, kami hidup dengan aman.” Ujar Varhan mengakhiri pernyataannya []MUL

Komentar