oleh

Beredar Kasak-Kusuk Kades Badean Berlindung di Balik Tokoh Parpol Banyuwangi

Terkait Dugaan Penyimpangan Program RTLH 

KabarToday, BANYUWANGI – Dugaan mark up anggaran pembangunan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Badean, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, Tahun Anggaran 2017, 2018, 2019, perlahan namun pasti mulai terkuak.

Turunnya team penyidik kejaksaan ke lapangan melakukan pemeriksaan fisik bangunan bantuan bedah RTLH  dicocokkan dengan  material bangunan, satuan anggaran serta RAB  akan menguak fakta baru yang tidak mungkin terbantahkan.

Selain melakukan pemeriksaan fisik bangunan, team penyidik kejaksaan turut memeriksa beberapa perangkat Desa Badean yang diduga turut andil dalam pembangunan RTLH milik masyarakat miskin sehingga dugaan pelaku mark up anggaran pembangunan mulai mengerucut pada 4 nama yang masih dirahasiakan.

BACA JUGA:  AKP Fery ke Polda Jatim, AKP Mustijat Priyambodo Duduki Kursi Kasatreskrim Polresta Banyuwangi

“Pemeriksaan saksi-saksi yang mengerucut pada 4 nama tersebut tentu membuat detak jantung Kepala Desa Badean Nursyamsi Cs   di pastikan berdenyut “7 kali lebih cepat” dari biasanya. Bahkan dipastikan mereka tidak bisa tidur nyenyak,” ujar Ketua Reclasseering Indonesia, La Lati.

Berkembang isyu, diduga Nursyamsi sibuk kasak kusuk meminta perlindungan dari oknum tokoh partai politik. Namun hal itu tidak membuat ciut nyali La Lati, aktivis militan asal Sulawesi itu.

Kepada awak media, La Lati membenarkan adanya upaya kekuatan partai politik untuk menggembosi kekuatan team Reclasseering Indonesia dan team KPJ Laskar Putih.

“Saya dapat laporan dari team saya di lapangan, bahwa ada oknum dari tokoh partai politik yang menemui team saya dan meminta agar KPJ Laskar Putih mencabut dukungannya dalam kasus ini,” terangnya.

BACA JUGA:  Pernyataan Abdi Cukup Untuk Seret ketua UED SP ke Hotel Prodeo

Kata La Lati, dugaan intervensi kekuatan partai politk rupanya  bukan hanya terhadap team KPJ Laskar Putih, namun juga tertuju pada Kepala Kejaksaan dan Penyidik Kejaksaan Negeri Banyuwangi. Namun rupanya hal itu tidak menyurutkan nyali dan militansi aktivis vokal asal sulawesi itu. Malahan jiwa dan darah mantan TNI nya kian muncul dan menggelora. Bahkan La Lati berencana melakukan unjuk rasa  di kantor salah satu partai politik yang diduga kasak kasuk melindungi Kepala Desa Badean Nursyamsi.

“Siapapun yang  melindungi  Nursyamsi, saya akan tetap maju. Termasuk misalkan dari kekuatan partai politik manapun, saya tidak pernah gentar sekalipun. Saya siap gosong, bahkan menjadi abu sekalipun.  Di intervensi kekuatan manapun, saya tidak akan pernah mundur atau menutup mata dengan korupsi di Banyuwangi,” tegas La Lati.

BACA JUGA:  HUT Ke-18 Toya Devasya, Dihadiri Penmas Humas Polda Bali Sekaligus Peninjauan Era New Normal

Menurutnya, adanya intervensi partai politik justru semakin menguatkan dugaan penyimpangan pembangunan RLTHdi  Desa Badean. La Lati meminta agar jangan ada tokoh partai yang melindungi Nursyamsi Cs, karena hal itu justru akan merusak citra parpol itu sendiri di mata masyarakat Banyuwangi.

“Akan lebih baik jika oknum  tokoh partai ini  menyadarkan Nursyamsi untuk meminta maaf kepada masyarakat, mengembalikan kerugian keuangan negara, serta mengundurkan diri dari jabatannya,” tegas La Lati. (red)

Komentar

News Feed