oleh

Berhasil Mualafkan Warga Binaan, Umar Kei Sujud Syukur

KABARTODAY, JAKARTA | Menjadi warga binaan bukanlah keinginan bagi para penghuninya. Dibalik cerita sebagian masyarakat bahwa mereka yang menjalankan hukuman dan masuk ke dalam lembaga pemasyarakatan adalah orang-orang yang menakutkan.

Hal itu telah ditepis dengan berbagai informasi bahwa di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) maupun Rumah Tahanan (Rutan) banyak hal yang dikerjakan secara positif bagi warga binaannya.

Contoh kecil yang kini beredar di Lapas maupun di Rutan adalah bertabur Hikmah dan hidayah. Dengan mengajak seseorang berbuat kebaikan, maka sama halnya menanam pohon untuk dipetik hasilnya. Itulah yang dilakukan seorang Umar Kei di dalam Lapas Salemba kelas 1A.

BACA JUGA:  Brigjen TNI Tugas Ratmono, Jabat Kapuskesad

Melalui bimbingan Adi Rosyadi selaku Pembinaan Rohani Islam Lapas Salemba kelas 1A, Umar Kei berhasil memualafkan beberapa warga binaan di Lapas itu untuk memeluk agama Islam. Itu terbukti dengan dilantunkannya dua kalimat syahadat bagi warga binaan Lapas Salemba kelas 1A.

Dalam pernyataannya, Umar Kei menjelaskan perlunya berbekal ketekunan, maka agama menjadi prioritas guna mempertebal keimanan sebagai seorang muslim.

“Sujud syukur saya kepada Allah, karena saya mencoba menerapkan ilmu agama Islam yang saya pahami, dengan demikian banyak warga binaan disini mulai menyadari pentingnya taat ibadah dan menjalankan perimtah Allah sebagai bekal dikehidupan nantinya. “Ucap Umar Kei.

BACA JUGA:  Gubernur DKI Anies Baswedan Sediakan Hotel Untuk para Tenaga Medis Covid 19

Sebelumnya dikabarkan, tokoh pemuda Maluku, Umar Kei telah ditangkap karena menyalahgunakan narkoba. Pria bernama lengkap Umar Ohoitenan ini menganggap bahwa ini menjadi hukuman baginya.

“Saya pikir bahwa ini sudah menjadi takdir apa yang pernah kita lakukan kesalahan pasti akan mendapatkan hukuman. Istilahnya bahwa ini adalah menghukum diri saya sendiri, “kata Umar seperti dilansir detikcom, Kamis (15/8/2019).

BACA JUGA:  Ratusan Korban Pendemo Berjatuhan, Anak Usia 14 Tahun Kena Sasaran, Polisi Maksa Masuk Pemukiman Warga

Ia mengakui datang ke hotel atas ajakan temannya dan sabu sudah disiapkan di sana. Meski demikian, Umar tidak merasa dijebak oleh temannya itu. Umar menganggap penangkapan polisi terhadap dirinya adalah sebuah takdir agar dia bertobat.

“Kalau saya bilang dijebak, tidak. Saya anggap itu jadi takdir akhir bagi saya, jadi saya harus bertobat di situ. “katanya.

Dia juga tidak menaruh perasaan dendam terhadap teman yang mengajaknya. Sebab, dia sendiri memang seorang pemakai.[]Op

Komentar