oleh

Berkas Laporan Warga Diperlambat Pengadilan Tinggi Medan, Kenapa?

Kabartoday, Medan – Ketua Hakim tinggi agama melalui panitra muda Syarwani, SH. MH menerangkan terkait laporan warga atas diluar kewenangan mengadili hakim pengadilan agama medan dijawabnya bahwa sesuai undang-undang No. 7 tahun 1989 tentang pengadilan agama sebagaimana pasal 4 yang berbunyi, ‘pengadilan agama berkedudukan di kota madya atau di ibu kota kabupaten dan daerah hukumnya meliputi kota madya dan kabupaten.’

Dsindir adanya dugaan memperlambat untuk mengadili hakim pengadilan agama yang sampai sejauh ini warga belum mendapatkan keterangan lanjutan pemeriksaan oleh ketua hakim tinggi agama medan, Panitra muda membantah tidak mengetahui adanya laporan tersebut.

“Soal laporan (HE), kamk tidak mengetahui ya, saat diterimanya laporan tersebut saya kan sedang tugas diluar kota. “Kata Syarwani pada Kabartoday.co.id, Rabu (10/7/2019).

BACA JUGA:  Semangat PASTI Wujudkan Revitalisasi Pemasyarakatan

Ia juga menyebut isi laporan tersebut belum diketahui menyangkut perihal apa.

Belakangan Syarwani mengatakan mengetahui adanya masuk laporan dari bawahanya DRS. H. Syofyan Sauri, SH yang bertugas sebagai informasi dan pengaduan.

“laporan diluar kewenangan mengadili hakim pengadilan agama medan itu ya, itu mekanismenya dari masuk lalu ke saya (panitra muda hukum) terus naik ke ketua hakim tinggi, mungkin kemarin sudah naik karna saya lagi tugas luar kota. “ucap Syarwani.

Ditanya mengapa baru dimulai tindak lanjut terkait laporan HE yang masuk 18 juni lalu, Syarwani mencoba menepisnya dan mengulang penjelasan terkait mekanisme peradilan tinggi agama soal pelaporan tersebut sudah jalan.

BACA JUGA:  Komisioner Komnas HAM Nyatakan Bukti Laporan Gerak Kemanusiaan Valid

“Ketua hakim tinggi agama selaku penanggung jawab dan yang berwenang atas tiap laporan. Saya pribadi memang banyak tugas keluar, jadi kurang tau juga. “ujarnya.

Syarwani juga menyampaikan bahwa laporan tersebut, pihaknya akan mengirim kebawaskim di Mahkamah Agung (MA), dan kita tunggu lagi bagaimana dan siapa yang ditunjuk untuk tim pemeriksa terkait laporan tersebut. “urai Syarwani.

Karena menurutnya, hal itu bisa diambil alih langsung oleh bawaskim dan juga bisa menunjuk pengadilan tinggi agama (pejabat hakim tinggi agama medan).

Terpisah, msngutip keterangan HE (pelapor), pejabat dipengadilan tinggi agama medan belum tampak mengedepankan proritas zona intrgritas hakim ditubuh peradilan agama yang memang peradilan khusus agama islam.

BACA JUGA:  Perawat RSUD Kab Tangerang Meninggal Tersengat Binatang Jenis Serangga

“miris sekali saya melihat peradilan khusus proritas islam, hal laporan diluar kewenangan hakim mengadili itu bisa menimbulkan tanda tanya besar dihadapan rakyat, bisa tidak percaya nanti rakyat sama hakim agama kalau sesukanya mengadili. “ucap HE

He juga akan tetap menghormati upaya tindak lanjut laporanya dalam waktu yang dibutuhkan pengadilan tinggi agama medan.

“walau lambat, tapi saya sebagai pelapor tetap menghormati ketua, dan juga wakil beserta para hakim tinggi agama maupun paniteranya. “terang HE.

Panitera muda menelaah bahwa selama ini belum pernah ada menerima pelaporan hakim seperti yang terlampir (diluar kewenangan mengadili_red), “mungkin bisa menelan waktu dua tahunan kata itu. “pungkas HE (HS)

Komentar