oleh

Bidan RY Desa Tulung Balak Asal-Asalan Tangani Persalinan, Hingga Sang Bayi Meninggal

Kabartoday, Lampung Utara – Dugaan adanya malpraktek yang dilakukan seorang bidan Puskesmas Tanjung, Desa Tulung Balak, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara, diketahui berinisial RY.

Peristiwa yang terjadi pekan lalu, tepatnya tanggal 5 maret 2020 membuat geger warga Tulung Balak. Pasalnya, seorang warga bernama Halimah Tusa’diyah yang akan melahirkan mengalami nasib na’as bagi bayinya.

“Mulanya istri saya merasakan mules-mules kerasa ingin melahirkan. Eraksi tersebut terjadi saat istri saya masih disekolah tempat dia mengajar. Belum sempat dibawa ke Puskesmas atau bidan, ketubannya sudah pecah dan langsung dibantu oleh pihak sekolah untuk di bawa ke bidan terdekat. “Jelas memen suami halimah dikediamannya, Senin (16/3/2020).

BACA JUGA:  Kepsek SMPN 6 Ambon : Tidak Ada Pungli di Sekolah
Memen bersama Halimah dan ibunya

Lanjut Memen, setibanya di rumah bidan RY yang saat ini menjabat sebagai kepala puskesmas di Kecamatan Tanjung Raja langsung diterima dan dilayani. Memen juga menceritakan ke RY bahwa hasil USG sebelumnya anak yang akan lahir dalam kondisi sungsang atau tidak normal. Dalam kondisi seperti itu, RY pun menyatakan sanggup untuk membantu proses persalinan.

“Kandungan istri saya ini sudah diperiksa dan di USG, hasil USG tersebut katanya anak kami ini akan lahir sungsangĀ  “kata Memen pada RY.

Hal diluar dugaan kemudian terjadi ketika proses persalinan yang dilakukan bidan RY dibantu oleh suaminya HY. Dalam kondisi yang tidak lazim, RY bersama HY menekan-nekan perut bagian atas Halimah dengan tujuan agar cabang bayi cepat keluar.

BACA JUGA:  Komplotan Curanmor Pasuruan Berhasil di Ringkus Satreskrim Polresta Sidoarjo

“Waktu itu tubuh si bayi sudah keluar mas, tapi ternyata kepala bayi saya masih nyangkut, terus bidan RY ini meminta untuk memanggil HY suaminya agar bisa membantu dengan cara menekan bagian atas perut bayi saya. “Ucap Halimah.

Setelah bayi tersebut lahir, RY meminta kepada keluarga Halimah untuk membawa sang bayi ke rumah sakit, namun RY tidak memberikan surat rujukan kepada Halimah, sehingga menimbulkan penolakan dan kesulitan penanganan di beberapa rumah sakit.

BACA JUGA:  Polres Kepulauan Aru Sterilkan Sejumlah Gereja di Dobo Dengan Disinfektan

Kondisi bayi terlihat lemah, dan Halimah bersama suaminya beserta keluarganya merasakan kecemasan mendalam dalam perjalanan menuju rumah sakit tanpa menggunakan mobil ambulance. Bahkan hal yang sangat membingungkan, Halimah tidak di dampingi oleh bidan RY saat itu. Sesampainya disalah satu rumah sakit Bandar Lampung, bayi tersebut dinyatakan meninggal.

Tidak terima perlakuan persalinan Bidan RY dan HY, keluarga Halimah melaporkan bidan RY dan suaminya ke Polsek Tanjung Raja.

Sementara bidan RY saat akan dikonfirmasi dikediamannya, pintu rumah RY selalu tertutup rapat. Sampai berita ini ditueunkan, RY belum bisa ditemui.[]Arm

Komentar