oleh

BNNP Maluku Lampaui Target Ungkap Kasus Narkoba

-Daerah-76 views

Kabartoday, AMBON – Hingga bulan November tahun 2019, Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Maluku berhasil melampaui target dalam pengungkapan kasus narkoba di Maluku. Dari target empat kasus yang diberikan BNN Pusatdi tahun 2019 ini, ternyata sudah delapan kasus atau 200 persen penanganan yang diberikan.

Hal ini disampaikan Kepala BNNP Maluku Brigjen Pol Iman Sumantri kepada media ini Selasa (26/11) di Kantor BNNP Maluku kawasan Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

“Hingga sekarang, sudah kita proses delapan kasus narkoba. Target yang diberikan BNN Pusat sebanyak empat kasus. Jadi, kita sudah penuhi bahkan melampaui dari target yang diberikan,” ujar Sumantri.

BACA JUGA:  Babak Baru, Pemerhati & Pelaku Olahraga Siap Adu Data Pansel KONI

Mantan Kapolrestabes Surabaya ini beberkan, dalam pengungkapan kasus narkoba di Maluku, pihaknya tidak akan terpaku dengan jumlah target yang diberikan, tetapi akan berusaha maksimal sebanyak mungkin.

Walaupun dengan keterbatasan prasarana serta jumlah personil, namun Sumantri menegaskan tidak akan kendor untuk terus memerangi kejahatan narkoba.

“Kita akan tetap fokus sukseskan program P4GN ( Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) yang merupakan program presiden. Prinsipnya, tidak ada tempat yang aman bagi para penjahat narkoba di Maluku. Kita akan buru terus,” tegas jenderal polisi bintang satu yang murah senyum ini.

BACA JUGA:  8 Kecamatan Di Labura Dapat Takjil Dari H Rizal Munthe

Sumantri yang pernah juga menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Barat ini beberkan dalam upaya pemberantasan narkoba, tidak semata-mata hanya lewat penegakan hukum dengan melakukan proses hukum terhadap para penyalahguna narkoba, tetapi juga dilakukan lewat informasi edukasi maupun rehabilitasi terhadap para korban yang terpapar narkoba.

“Disini ada bidang P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat), ada juga bidang rehab. Disini kita juga dibekali dengan sosial pemberdayaan masyarakat, memberikan informasi edukasi kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa melawan dan menolak narkoba disekitarnya,” tuturnya.

Dikatakan, untuk perangi narkoba haruslah berawal dari lingkungan keluarga, kemudian lingkungan pergaulan serta lingkungan lain dimana setiap masyarakat berakses.

BACA JUGA:  Biddokes Polda Banten Gelar Bakti Sosial Kesehatan di Beberapa Tempat Pusat Keramaian

Ia himbau, jika ada keluarga atau orang dekat yang terkena atau terpapar narkoba, maka sesuai undang-undang jika memang itu dilaporkan pihak keluarga ke BNN, pasti akan di rehabilitasi.

“Jika warga atau keluarga yang melapor ke BNN ada anggota keluarga yang terpapar, maka tidak akan diproses hukum tetapi akan direhab. Jangan salah loh, rehab itu juga termasuk sebuah hukuman sebab warga yang menjalani rehab pasti tidak akan bebas beraktivitas karena harus menjalani berbagai program untuk proses penyembuhan,” terang Sumantri. (Manuel)

Komentar