oleh

BPK PB PMII Lakukan Tindakan Inkonstitusional, Ini Penjelasan Sharoel

JAKARTA, KABARTODAY | Momentum kongres PB PMII Pada bulan maret 2021 mendatang adalah suatu perhelatan akbar yang dinanti-nanti oleh seluruh kader-kader PMII di seluruh indonesia, pada momentum kongres XX di Balikpapan Kalimantan tTmur tersebut dengan agenda utama pemilihan Ketua umum PB PMII, mengganti Ketua Umum yang sudah lewat masa periode kepengurusan tahun 2019 – 2020.

Di Kongres PB PMII ke 20 ini akan di ikuti oleh 17 kandidat calon Ketua Umum dan 3 kandidat calon ketua KOPRI PB PMII yang mendaftar pada Badan Pekerja Kongres (BPK) PB PMII. Dari total 20 orang tersebut sudah melewati dan mengikuti semua proses yang ditentukan oleh BPK, tetapi kemudian pada tanggal 30 Desember 2020 kemarin pada saat pengumuman penetapan calon Ketum dan ketua KOPRI PB PMII Badan Pekerja Kongres telah mengumumkan kembali nama-nama calon Ketum dan ketua KOPRI PB PMII.

Ironinya, BPK membuat kejutan diluar hasil penetapan calon. tiba-tiba BPK hanya mengumumkan 16 nama calon Ketum PB PMII dari 17 calon yang sudah mendaftar dan susah mengikuti semua proses yang ditentukan, satu kandidat calon Ketum nomor urut 17 Sahabat Satria Efendi secara mengejutkan tidak dimasukan alias dicoret sebagai kandidat calon Ketua Umum PB PMII oleh BPK.

BACA JUGA:  Charta Politika: Jokowi Tidak Bisa Dipercaya

“Badan Pekerja Kongres (BPK) Bagi kami dalam hal ini terkait pencoretan nama Sahabat Satria Efendi (Kandidat Nomor urut 17) sebagai kandidat calon Ketua Umum PB PMII tidak memiliki dasar sebagaimana aturan main organisasi. Keputusan yang diambil oleh BPK tidak sesuai hasil yang tertuang dalam surat keputusan BPK per-tanggal 29 desember 2020. Bagi kami ini adalah suatu tindakan premasinisme dalam organisasi. “Ucap Sharoel Ms salah seorang Kader PMII DKI Jakarta melalui pesan singkatnya ke redaksi, Kamis (31/12/2020) malam.

BACA JUGA:  Warga RW 08 Kelapa Gading Barat Meminta Pemprov DKI Jakarta Mencabut Status Zona Merah

Lebih lanjut, ia memaparkan dimana pada waktu mengeluarkan SK tersebut, Badan Pekerja Kongres (BPK) sendiri sudah tidak berlaku alias Surat Tugasnya sudah berakhir atau belum diperpanjang masa kerjannya.

“Bagaiman bisa dalam aturan main Organisasi seperti PMII, yang mana suatu badan yang SK nya sendiri sudah berakhir tapi mengeluarkan suatu surat keputusan yang menetapkan dan menggugurkan calon Ketua Umum. Ini sangat aneh, ini adalah suatu tindakan inkonstitusional yang dilakukan oleh Badan Pekerja Kongres (BPK) PB PMII. Harusnya Dengan begitu SK Penetapan calon Ketua Umum dan ketua KOPRI PB PMII tersebut Cacat dan tidak harus dikuti, “bebernya.

Dengan adanya keputusan ini, saya sebagai pribadi kader PMII, merasa malu melihat apa yang dilakukan oleh Badan Pekerja Kongres tersebut, mungkin juga sama dengan kader-kader PMII yang lain di seluruh indonesia.

BACA JUGA:  Event Farade Show Moslem Fest Oleh : Sz Model Management

Di diskualifikasinya Sahabat Satria Efendi sebagai kandidat calon Ketua Umum PB PMII oleh BPK tanpa kabar berita. Bahwa yang bersangkutan tidak diberitahu terlebih dahulu atas pencoretan namanya. Bahkan yang lebih parah lagi kata Sharoel adalah yang bersangkutan tidak mendapatkan sepotong surat apa pun atas pencoretan namanya oleh Badan Pekerja Kongres.

“Harusnya kalau badan pekerja kongres paham dan tau aturan main organisasi tidak sembarangan mendiskualifikasi Sahabat Satria Efendi, mereka (BPK) juga tidak seharusnya mengeluarkan SK yang menyangkut pencoretan sahabat Satria Efendi sebagai kandidat calon Ketua Umum PB PMII. “Protesnya.

Sharoel meyakini bahwa BPK telah melakukan kedzoliman, “kalau kita mau mengakui dan jujur ini kesalahan fatal dan merupakan tindakan premasinisme/ inkonstitusional dalam berorganisasi yang dilakukan oleh Badan Pekerja Kongres (BPK) PB PMII. “Pungkasnya.[]Op/red

Komentar