oleh

BPN Prabowo Tolak Hasil Penetapan KPU, Selisih Suara Terpaut hampir 17 Juta, Jangan…Jangan…

Kabartoday, Jakarta – Hasil Rekapitulasi Nasional disebut KPU telah rampung untik 34 Provinsi. Bahkan KPU telah menetapkan pemenangnya.

Penetapan pemenang yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terhadap salah satu paslon Capres tersebut dikatakan aktivis Betawi, Jalih Pitoeng sebagai bentuk kepanikan atas penolakan BPN Prabowo Sandi bersama Kedaulatan Rakyat adanya kecurangan pemilu 2019.

Jalih Pitoeng juga menyebut resminya pengumuman KPU tanggal 22 Mei 2019, tiba-tiba dengan dadakan dimajukan tanggal 21 Mei 2019 dini hari.

“Negara kok dibikin dagelan, yang melanggar Undang-Undang siapa, yang dituduh bersalah siapa. Keputusan KPU sangat dipaksakan dan terkesan panik. “Kata Jalih Pitoeng, di Jakarta (21/5/2019) jelang saur.

BACA JUGA:  Kedatangan Kapolrestabes Surabaya di Makorem, Kejutkan Prajurit TNI

Jalih mengulas soal putusan Bawaslu yang telah menyatakan KPU bersalah soal Situng, seharusnya lanjut Jalih, KPU berkaca dan segera mendata ulang kesalahan-kesalahan hasil situngnya, kemudian disaksikan oleh kedua belah pihak TKN dan BPN agar tidak terjadi kesalahan fatal.

“Saya menduga ada unsur kesengajaan, dan KPU telah melakukan pemerkosaan demokrasi rakyat Indonesia, suara-suara rakyat direkayasa untuk memenangkan paslon capres 01. Ada apa ini? “Tanya Jalih Pitoeng.

Jalih Pitoeng juga mempertanyakan soal 17 juta suara siluman yang ramai dan tidak diproses Bawaslu maupun KPU.

BACA JUGA:  Panglima TNI Berikan Jaminan Soenarko, BPN Sebut Itu Idealnya

“Selisih suara Jokowi-Ma’ruf Amin dengan Prabowo-Sandiaga terpaut hampir 17 juta suara, jangan..jangan…. “Ulas Jalih Pitoeng.

Sementara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyatakan menolak hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

BPN Prabowo menyatakan dengan tegas akan melawan ketidakadilan dan kebohongan terkait Pilpres 2019,

“kami, saya Azis Subekti dan sebelah saya Didi Hariyanto sebagai saksi dari BPN 02 menyatakan menolak hasil pilpres yang telah diumumkan. “tegas Azis dalam rapat pleno penetapan rekapitulasi hasil suara di gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (21/5/2019) dini hari.

BACA JUGA:  The Anies Baswedan Dismissal Petition Argument

Dibeberkan Azis, bahwa penolakan ini sebagai monumen moral, pihaknya tidak akan menyerah untuk melawan ketidakadilan, untuk melawan kecurangan, untuk melawan kesewenang-wenangan, untuk melawan kebohongan, dan untuk melawan tindakan-tindakan apa saja yang akan mencederai demokrasi.

Hasil rekapitulasi Nasional, KPU menyebut jumlah suara sah nasional 154.257.601, dengan perolehan jumlah suara sah pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin 85.607.362, atau 55,50 persen dari total suara sah nasional.

Adapun untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan jumlah 68.650.239 suara, atau 44,50 persen dari total suara sah nasional.(Op/red)

Komentar