oleh

BPN Sebut KPU Salah Hitung Suara Mencapai 12 000 an TPS

Kabartoday, Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyebut hingga hari ini, Selasa (30/4/2019) KPU salah hitung suara hingga mencapai lebih dari 12.000 an TPS.

Persoalan salah hitung suara yang mencapai 12.000 an TPS di berbagai daerah di Indonesia menandakan ketidak-profesionalan KPU, dan dianggap telah merusak pesta demokrasi Indonesia yang jurdil.

Sebelumnya tim relawan IT BPN telah mengejutkan jagad raya, pasalnya telah ditemukan 9.440 kesalahan input di apikasi Sistem Penghitungan Suara (Situng) KPU. Temuan itu diperoleh dari hasil verifikasi manual di Web Situng KPU dalam tiga terakhir (27-29 April 2019). Hal itu dikatakan Koordinator Relawan IT Mustofa Nahrawardaya, Senin (29/4/2019).

BACA JUGA:  Lecehkan Wartawan, Advokad FWJ Akan Gugat PJA dan Oknum Panit Polsek Pademangan

Bahkan kata Mustofa, hingga hari ini, Selasa 30 April 2019 pihaknya kembali menemukan kesalahan KPU di 12.000 an TPS soal penghitungan suara.

“Dalam setiap hari kami menemukan lebih dari 1.000 kesalahan entry. Kesalahan itu meliputi selisih suara, jumlah pemilih melebihi DPT, dan jumlah suara sah tidak cocok dengan total suara, ”ucap Mustofa.

BACA JUGA:  Wakapolri Rombak 5 Jabatan Polres Metro dan 2 Posisi Strategis di PMJ

Temuan kesalahan itu konsisten dalam tiga hari terakhir dan tidak ada perbaikan. Kesalahan terbesar berasal dari provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Mustofa juga menjelaskan bahwa BPN yakin hasil Real Count nanti, kemenangan ada di Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Kami yakin pasangan Prabowo-Sandiaga sebagai pemenang di Pilpers ini, karena kami punya data C1 di semua DPT, dan data kesalahan input KPU. “Jelas Mustofa.

Sementara Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman menegaskan hasil penghitungan suara melalui Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) tidak menjadi dasar penentuan hasil suara Pemilu.

BACA JUGA:  KGP Sebut Cina Sengkek Taipan 9 Naga Diduga Bakar Hutan

“Arif mengatakan Situng hanya alat bantu untuk memberikan informasi secara cepat. “Katanya di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019)

Arief menjelaskan situng tidak jadi bahan yang digunakan untuk penetapan, karena itu hanya alat bantu memberikan informasi dengan cepat. Bagian dari penyediaan informasi yang terbuka, transparan kepada publik.(Op/red)

Komentar