oleh

Brimob – Warga Sipil Baku Tembak di Seram Barat, Satu Tewas Dua Luka

-Daerah, Kriminal-2.602 views

Kabartoday, Ambon – Aksi baku tembak antara warga sipil dan pasukan Brimob terjadi di Desa Latu, Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat. Peristiwa ini menelan korban tiga warga sipil. Satu warga tewas tertembak dan dua warga lainnya luka juga akibat tembakan. Peristiwa menegangkan yang berlangsung sekitar sepuluh menit ini terjadi Rabu (15/5/2019) sekitar pukul 21.30 WIT.

Ketiga warga Desa Latu yang jadi korban yaitu Sulaiman Patty tewas setelah tertembus peluru di bagian dada, Mukhtar Patty mengalami luka tembak pada otot lengan kanan dan Asnawi Patty mengalami luka tembak di bagian pelipis kepala bagian kanan.

Peristiwa bakutembak ini dibenarkan Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat saat menggelar press release di ruang kerjanya Kamis (16/5).

“Mengawali press release ini, mewakili Kapolda Maluku kami ucapkan turut berbela sungkawa atas jatuhnya korban tadi malam (Rabu-red).
Kejadian ini tentunya kita semua tidak kehendaki dimana satu korban anak bangsa meninggal dunia,” ungkap Ohoirat yang didampingi AKBP Ansye Lewaherilla dan AKP Vitalis Goleng.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M Roem Ohoirat didampingi AKBP Ansye Lewaherilla dan AKP Vitalis Goleng saat menyampaikan press release Kamis (16/5)

Ia beberkan kronologis peristiwa menyedihkan ini berawal saat Rabu (15/5) sekitar pukul 14.30 WIT aparat keamanan mengamankan KP, seorang warga Desa Latu di depan Mapolsek Amalatu. KP diduga merupakan salah satu pelaku penganiayaan yang menewaskan Syamsul Lussy warga Desa Hualoy pada Sabtu (4/5) lalu di kawasan hutan Desa Latu.

KP diamankan saat petugas melakukan razia terhadap kendaraan yang melintas di depan Mapolsek Amalatu. KP ditemukan bersembunyi di dalam bagasi mobil avanza.

Mengetahui ada warganya yang ditangkap polisi, puluhan warga Desa Latu kemudian mendatangi Mapolsek Amalatu menuntut polisi segera mengembalikan KP. Saat itu warga sempat melempar dan merusak kantor Mapolsek. Warga kemudian memberi ultimatum agar sebelum pukul 24.00 WIT, KP sudah harus dipulangkan. Warga mengancam akan membakar kantor Mapolsek jika KP tidak dipulangkan.

BACA JUGA:  BW Sebut KPU Sudah Gagal Fundamental

Ancaman warga akan membakar Kantor Polsek ini disikapi serius pimpinan kepolisian. Apalagi pada siang hari kantor Polsek sudah dirusak massa. Kantor Polsek merupakan bagian dari lambang negara sehingga apapun yang terjadi harus dipertahankan.

“Mako Polsek merupakan bagian dari lambang negara. Apapun yang terjadi harus dipertahankan. Jika terjadi pengrusakan maka itu sudah merusak bagian dari lambang-lambang negara,” tegas mantan Kapolres Maluku Tenggara ini.

Terhadap ancaman ini, kepolisian melakukan penebalan pasukan untuk menjaga Mako Polsek. Untuk itu, satu satuan setingkat peleton (SST) personil brimob Detasemen B diberangkatkan dari Masohi. Pasukan ini dipimpin Wakil Kepala Detasemen B AKP Agung Pranajaya.

Salah satu putra terbaik asal daerah Kei ini tuturkan saat pasukan Brimob ini tiba di Desa Latu sebelum mencapai Mako Polsek, warga melakukan penghadangan dan menyerang pasukan ini dari berbagai arah.

“Mereka diserang dengan lemparan batu, lemparan bom rakitan. Bahkan rombongan anggota brimob ini diserang dengan tembakan senjata api. Dibuktikan dengan bagian belakang mobil yang bolong kena tembak peluru tajam.
Bagian depan mobil truck tersobek yang kami duga akibat lemparan bom. Kaca mobil bagian belakang juga pecah. Anggota diserang dari semua sisi, dari depan, belakang maupun dari sisi kiri dan kanan,” bebernya.

Mendapat serangan warga ini, jelas Ohoirat personil Brimob ini hanya bisa bertahan dan melepaskan tembakan balasan sambil mundur perlahan-lahan.

Kejadian ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka tembak.

Terhadap para korban ini, Ohoirat belum bisa memastikan apakah para korban ini terkena tembakan petugas atau bukan. Pasalnya, saat itu ada warga sipil juga menggunakan senjata api menembak pasukan Brimob.

BACA JUGA:  Amos Mahasiswa dan Juga Wartawan Kabartoday.co.id Jadi Korban Pemukulan Aksi Demo

“Saya belum bisa memastikan apakah korban terkena tembakan anggota brimob atau bukan. Karena saat itu warga sipil juga menggunakan senjata api menembak anggota kita baik dari arah depan maupun dari belakang.
Jadi kita tidak tahu korban tembak ini akibat peluru siapa,” tandasnya.

Perwira menengah polisi berpangkat tiga melati dipundak ini menerangkan untuk bisa mengetahui penyebab meninggalnya korban ini maka harius lewat proses otopsi.

“Jika keluarga korban menghendaki, bisa kita lakukan otopsi. Dari situ kita bisa tau korban ini tewas karena peluru siapa. Dari kaliber peluru kita bisa tahu bahwa ini berasal dari senpi siapa. Apakah dari petugas kita atau bukan. Karena saat itu warga sipil juga menembak personil kita dengan senjata api. Tapi situasi saat ini tidak memungkinkan untuk kita melakukan itu,” ujarnya.

Terkait peristiwa ini, salah satu warga Desa Latu Muhammad Patty meminta institusi kepolisian harus bertanggung jawab atas jatuhnya korban warga Desa Latu. Ia meminta agar oknum Brimob pelaku penembakan harus diproses hukum.

“Kami minta agar Komandan lapangan Detasemen B Pelopor secara satria harus menyerahkan anak buahnya pelaku penembakan untuk diproses hukum dan dipecat,” jelas Patty dalam rilisnya Kamis (16/5) yang diterima media ini.

Ia tegaskan komandan lapangan Brimob Detasemen B harus menjadi jaminan bila dalam proses hukum oknum terduga pelaku penembakan mengalami jalan buntu.

Menurutnya, Brimob sebagai pasukan elit kepolisian harus menjaga, melindungi dan mengayomi rakyat. Apalagi saat itu, masyarakat Desa Latu sebagai bagian dari warga negara Indonesia sedang menyampaikan suara hati kepada negara karena merasa ketidakadilan aparat keamanan dalam penanganan konflik ini.

BACA JUGA:  Prestasi Bocah Pantomim Ini Anugerah Terindah SDN 1 Muncul

Patty ungkapkan saat itu warga sementara memprotes penangkapan seorang pemuda Latu yang diduga sebagai pelaku penganiaya Samsul Lussy. Warga hendak menghalau rombongan aparat Brimob yang didatangkan dari Masohi.

“Ketika terjadi adu mulut, tiba-tiba terdengar bunyi tembakan berentet sebanyak lima kali ke arah warga yang saat itu berjarak sekitar 15 meter dari pasukan Brimob yang berada di dalam truck. Saudara kita Sulaiman Patty langsung tewas di tempat dan dua warga kita juga terjatuh tersungkur” urainya.

Melihat ada warga yang jadi korban, maka serentak warga melempari pasukan Brimob dengan kayu, batu serta melempar tiga buah bom rakitan.

Ia lanjutkan, setelah dilempar bom pasukan Brimob kemudian membalas dengan hujan tembakan ke arah warga serta rumah warga yang ada di sekitar jalan.

Ia memperkirakan hujan tembakan pasukan Brimob ini berlangsung sekitar sepuluh menit. Akibatnya, beberapa rumah warga mengalami rusak dimana dinding rumah bocor ditembus timah panas.

Dengan peristiwa ini, Patty menilai perilaku aparat Brimob sangat brutal seolah-olah menganggap warga Desa Latu merupakan musuh negara yang harus dimusnahkan. Menurutnya, aksi protes warga Desa Latu ini tidak terindikasi mengancam keselamatan aparat keamanan.

“Mereka (Brimob-red) telah mencederai hal asasi manusia menggunakan senjata api untuk membunuh rakyat. Brimob bukan aparat satu golongan, tetapi merupakan aparat negara. Karena itu Brimob wajib melindungi warga negaranya walau dalam keadaan apapun,” ketusnya.

Ia pun mengutuk tindakan pasukan Brimob yang menurutnya sangat brutal dan tidak mencerminkan sebagai aparat negara yang harus melindungi rakyatnya. (MAL)

Komentar