oleh

Buntut Intervensi Politik Di Dusun Wael, Pria 51 Tahun Terluka

Kabartoday, Piru – Skenario politik yang dimainkan oleh Camat Seram Barat, R. Salenussa, Pejabat Negeri Piru,Royanto Manupassa dan salah satu sosok yang sering bermain intrik politik, Fredy Manupassa saat pergantian Kepala Dusun Wael, Desa Piru, Kecamatan Seram Barat mulai menimbulkan pertikaian, sehingga memperkeruh situasi Kamtibmas di Bumi Saka Mese Nusa akhir-akhir ini.

Upaya untuk meloloskan Putra Bupati SBB, Moh Iqbal Payapo untuk merebut kursi di Balai Rakyat Karang Panjang, adalah salah upaya dari grand desain untuk menghadirkan Dinasti Politik Di SBB, selalu menjadikan rakyat sebagai tumbalnya.

Akibat intervensi politik, pelantikan Kepala Dusun Wael, La Sarudin yang berlangsung pada Jumat( 8/2) pekan kemarin, melalui sebuah proses kilat dan menabrak seluruh aturan, telah menimbulkan peristiwa insiden percekcokan yang berakhir dengan pemukulan di Dusun Wael pada Senin, (11/2/2019).

BACA JUGA:  Kapolsek KPYS Ambon Berikan Tali Asih Bagi Anak Yatim

Adapun Kronologis Peristiwa tersebut adalah sebagai berikut, pada pukul 07.00 WIT, sejumlah perempuan mendatangi rumah korban La Rahim(51), masing-masing Wa Jainta, Wa Halija, Wa Kaluna, dan Wa Ida, mereka bermaksud menemui isteri korban untuk menanyakan perihal bantuan-bantuan yang diberikan kepada Dusun.

Pasalnya selama berkuasa pejabat lama yang telah mencapai hampir 40 tahun bantuan kepada dusun Wael, dibagi tidak merata, kondisi ini membaik pada saat pemerintahan Pejabat Dusun, Frans Mandaku.

Karena persoalan ini, kemudian terjadi percekcokan yang melibatkan isteri Korban dengan Wa Halija Cs, karena percekcokan makin memanas, Korban La Rahim sempat keluar dan memukul salah satu dari perempuan itu di wajahnya sehingga terjatuh, aksi korban ini kemudian dibalas dengan lemparan batu oleh Wa Jainta dan Pemukulan bagian belakang kepala korban, dengan Kayu oleh Wa Ida yang mengakibatkan luka di dua tempat berbeda pada kepala korban.

BACA JUGA:  Oknum Binmas Polresta Depok Pukul Mobil Dinas TNI AD

Paska kejadian itu, salah satu Warga, Syamsudin sempat mendatangi korban yang saat itu memegang sebilah parang dan menanyakan apakah persoalan ini mau diselesaikan secara kekeluargaan atau mau diadukan ke Kepolisian.

Korban La Rahim (51) Akhinya memilih untuk melaporkan kejadian itu ke Polisi, Pria 51 Tahun itu, akhirnya melapor ke Polres SBB, yang diterima dengan laporan Polres Seram Bagian Barat Nomor.STTL / 22 / II / 2019 /SPK.oleh AIPDA .ST.F. Halamury.

Namun menurut keterangan Syamsudin, saat ditemui di Polres Piru, Senin, (11/2) menyatakan kekecewaan terhadap korban, PASALNYA saat terjadi percekcokan Korban sempat berteriak menuding, pak Rahman, Syamsudin dan Imam Masjid Wael, La Antara sebagai Provokator.

Potensi pertikaian di Dusun Wael, sudah mulai terlihat sejak kegiatan mediasi yang dilakukan pada Sabtu (9/2) oleh Camat Seram Barat, R Salenussa dan Pejabat Desa Piru, Riyanto Manupasa, saat kegiatan mediasi sedang berlangsung terjadi adu mulut antara Ibu-ibu dari kedua kubu yang bersetru hingga nyaris terjadi kericuhan.

BACA JUGA:  Guna Menjaga Kestabilan Harga, TPID Pontianak Gelar Rakor

Ada dua opsi mengemuka yang ditawarkan untuk penyelesaian persoalan ini yakni, Pencabutan SK Kepala Dusun yang baru dilantik, La Sarudin, dan mengaktifkan kembali Pejabat Kepala Dusun, Frans Mandaku, atau memilih dua figur (Kepala Dusun dan Sekretaris ) dari Kubu yang besetru yang dapat diterima oleh kedua Kubu.

Sementara hasil dari mediasi tersebut, hingga saat masih ditampung oleh Camat Seram Barat, R Salenussa dan pejabat Desa Piru, Royanto Manupassa.

Kita tunggu saja hasilnya, apakah masih ada intervensi politik ataukah ada keseriusan untuk menyelesaikan pertikaian di Dusun Wael sehingga mewujudkan kedamaian di Bumi Saka Mese Nusa ini..(Nicko)

Komentar