oleh

Bupati Bogor Di Duga Sunat Dana Saksi Paslon Capres 01 Hingga Rp 1 Miliar

Kabartoday, Bogor – Pasca Pemilu 2019 pesta demokrasi lima tahunan Indonesia menyisahkan berbagai polemik, mulai dari kecurangan penghitungan suara, sampai ratusan petugas KPPS meninggal, ribuan petugas KPPS yang sakit, dan framing global soal Isu slah satu paslon capres.

Beda hal nya dengan Kabupaten Bogor, isu yabg beredar dan dugaan kuat adanya permainan nakal seorang Bupati Ade Munawaroh Yasin ‘menyunat’ dana saksi Pilpres Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin.

Beredarnya isu tersebut terhitung kurun waktu sstu minggu, yakni 25 April 2019 hingga 02 Mei 2019, dengan adanya berbagai informasi dilapangan, bahwa Ade Yasin diduga menyunat atau memotong dana saksi paslon 01 berkisar antara Rp. 50 ribu hingga Rp70 an ribu per saksi.

BACA JUGA:  Jokowi-Ma'ruf Dipastikan Tidak Menang di Pilpers 2019

“Coba bayangkan dan hitung sendiri, jika jumlah saksi untuk paslon capres 01 berjumlah 14.000 orang, maka berapa rupiah yang dikantongi Bupati ini. “Kata sumber yang enggan disebutkan namanya.

Temuan ini serupa yang dilakukan hasil investigasi media lampuhijau.co.id dan koran the jak.

“Jadi, pas pemungutan suara 17 April 2019 itu, saksi-saksi dari Jokowi banyak yang enggak ada. Enggak tahu kenapa. Nah, infonya, mereka yang enggak mau jadi saksi dikarenakan dana untuk saksi tidak diberikan utuh, “ujar sumber seperti yang dirilis Lampu Hijau Thejak di lapangan saat investigasi.

BACA JUGA:  Polda Banten Ungkap Jaringan Narkotika Internasional

Diketahui, Ade Yasin merupakan Bupati Bogor dan juga ketua DPW PPP Jawa Barat tergiur dengan jumlah rupiah yang bukan HAK nya. Maka diduga kuat Bupati Kabupaten Bogor menyunat dana saksi paslon capres 01.

“Sebenarnya yang kita tau, dana saksi yang diberikan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Amin diberikan untuk per orang Rp. 250 ribu, namun yang sampai ke para saksi hanya Rp. 176 ribu per orang. jadi sisanya kemana?, kami sangat kecewa. “Beber sumber.

Hal serupa juga dikatakan sumber lainnya, ia menyebut pemotongan dana saksi per orang bervariasi.

BACA JUGA:  Soal Parkir, Aspeparindo Akan Menjawab Kebutuhan Publik

“Ditempat kami ini, di Bogor Timur dana saksi diberikan hanya Rp. 200 ribu. Itu pun diberikannya dua termin. Termin pertama diberikan ke saksi sebelum pemungutan suara sebesar Rp. 100 ribu, dan Termin II diberikan Rp. 100 ribu setelah pemungutan suara atau usai penyerahan formulir C1. “Ulas sumber lainnya.

Kebenaran informasi dilapangan membuat penasaran publik. Sementara, pihak media akan mencoba berkomunikasi dengan Bupati Bogor, Ade Yassin terkait temuan yang di duga ada penggelapan dana saksi paslon Capres 01 hingga mencapai Rp. 750 juta sampai Rp. 1 miliaran.(TimSD)

Komentar