oleh

Cegah Covid 19, Kemenkumham Asimilasi Luar Biasa 54 Napi Rutan Kelas IIB Blora

Kabartoday, Jakarta – Sebanyak 54 warga binaan yang sudah menjalani setengah masa pidana resmi dibebaskan. Pembebasan 54 napi tersebut berdasarkan Peraturan Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Nomor 10/2020 serta Kepmen 19.PK.01.04.04 Tahun 2020 per-1 April 2020 hingga 30 Desember 2020. Mereka mendapat asimilasi luar biasa untuk kembali berbaur dengan masyarakat.

Kebijakan pemerintah untuk memberikan asimilasi disaat merebaknya virus corona atau covid-19, ditindaklanjuti oleh Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Melalui keterangan resmi Kalapas rutan kelas IIB Blora Budiman, Kamis (2/4/2020) bahwa untuk mencegah penularan virus corona di lingkungan rutan, Pemerintah Indonesia melalui Ditjen Pas dan Kemenkumham memberikan asimilasi luar biasa kepada para warga binaan dalam pengawasan penuh Bapas (Balai Pemasyarakatan).

BACA JUGA:  120 Talent Ramaikan BEC 2019 Yang Akan Dibuka Menteri Pariwisata RI

“Hingga Rabu malam, jumlah Napi (Narapidana) rutan kelas IIB inj yang sudah terverifikasi dan bebas ada 29 orang. Mereka bebas dan bisa berkumpul kembali bersama keluarga untuk berbaur di tengah masyarakat. “Ulas Budiman.

Ia juga mengakui dampak dari virus corna sangat luas bisa, setidaknya mengurangi over kapasitas di dalam sel tahanan dan menekan biaya untuk pencegahan covid-19 yang lagi mewabah.

BACA JUGA:  Tony Rosyid Sebut Posisi Wagub DKI Terlalu Seksi Diperebutkan

Samiran (58), salah satu warga binaan lapas kelas IIB asal Kalitidu Bojonegoro, Jawa Timur mengaku sangat senang bisa bebas dan berkumpul bersama keluarganya kembali.

“Senang mas, waktu itu saya beli sepeda motor, tapi tidak tau kalau motor itu bermasalah, saya kena sepuluh bulan, namun sudah saya jalani enam bulan, alhamdulillah, ”kata Samiran.

BACA JUGA:  Kades Cikalong Tersudutkan, Tanah Negara Puluhan Hektar Berujung Konflik

Diharapkan setelah bebas dan berbaur bersama keluarga dan lingkungannya kembali, mereka bisa menjaga serta memanfaatkan kesempatan dengan baik dan tidak mengulangi kembali kasus serupa hingga terjerat masalah hukum.[]Tom

Komentar