oleh

Cipkon Kamtibmas Jelang Pemilu, Polsek KPYS Ambon Musnahkan 2,3 Ton Miras

-Daerah-189 views

Kabartoday, Ambon – Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS) Ambon memusnahkan 2.310 liter minuman keras (Miras) lokal jenis sopi serta miras lainnya yang berbahan dasar sopi.

Seremonial pemusnahan ini digelar Kamis (4/4) berlokasi di dermaga pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Miras sopi ini ada yang dikemas dalam plastik, jerigen serta botol ini dimusnahkan dengan cara ditumpahkan ke perairan pantai sekitar dermaga.

Acara pemusnahan sopi ini dipimpin Kapolsek KPYS AKP Florensius Teddy,S.IK,SH dan dihadiri perwakilan dari PT Pelni Cabang Ambon, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Cabang Ambon, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Ambon serta unsur wartawan.

Saat pemusnahan, Kapolsek bersama masing-masing perwakilan instansi yang hadir membuka kemasan dan menumpahkan sopi ke pantai. Kemudian beberapa anggota Polsek serta wartawan yang hadir ikut membuang sopi ke pantai. Kegiatan ini berjalan sekitar 20 menit dan dalam keadaan aman.

Kapolsek KPYS AKP F. Teddy mengungkapkan kegiatan pemusnahan miras ilegal hasil razia ini tujuan utamanya adalah untuk membantu cipta kondisi (Cipkon) Kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease menjelang pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif serta Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 17 April mendatang.

BACA JUGA:  Area Blok Bitakol Taman Nasional Baluran Dilalap si Jago Merah

“Tujuan utama kegiatan ini untuk mendukung terciptanya situasi dan kondisi Kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Ambon dan Pulau-Pulau Lease terutama jelang pelaksanaan Pemilu yang tinggal beberapa hari lagi,” ungkap Teddy.

AKP Florensius Teddy,S.IK,SH, Kapolsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon.

Ia beberkan, hasil pengamatan selama ini mayoritas terjadinya tindak pidana berawal karena para pelaku mengkonsumsi miras ini. Karena itu, razia sopi yang sering dilaksanakan petugas kepolisian salah satu tujuannya untuk menekan atau menurunkan angka kriminalitas.

Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2008 ini mengatakan sopi sebanyak dua ton lebih ini merupakan hasil razia yang digelar jajarannya sejak bulan Februari hingga akhir Maret lalu di wilayah hukum Polsek KPYS. Sasaran utamanya adalah setiap kapal yang berasal dari kawasan Maluku Tenggara baik itu kapal putih, kapal perintis maupun kapal cepat yang akan diselundupkan masuk ke Kota Ambon.

BACA JUGA:  Pawai Ta'aruf Tandai Dimulainya Rangkaian MTQ Ke-50

Menurutnya, pangsa pasar untuk jenis minuman ilegal ini di Kota Ambon cukup menjanjikan dari sisi ekonomis karena harga jual mencapai dua kali lipat dari daerah produsen serta banyak warga Ambon yang gemar mengkonsumsi sopi. Karena itu, banyak orang yang mau meraup keuntungan dengan mencoba menyelundupkan sopi ke Kota Ambon.

“Modus yang digunakan pun banyak untuk mengelabui petugas seperti mencampurnya dengan buah-buahan serta menyembunyikan di dalam tumpukan pakaian,” ujar perwira polisi yang pernah menjabat Kasatreskrim Polres Maluku Tenggara Barat (MTB) serta Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Namun petugas kepolisian tak dapat dikelabui dan berhasil mendeteksi keberadaan miras ilegal ini di tumpukan barang yang dibawa turun para buruh bongkar muat.

Namun sayangnya, selama ini petugas tak berhasil menangkap pemilik sopi karena saat barang berisi sopi ini diketahui petugas, pemiliknya langsung menghilang. Para buruh bongkar muat saat ditanya juga mengaku tak mengenal pemilik barang. Mereka hanya diminta untuk menurunkan barang dari atas kapal ke kawasan pelabuhan.

BACA JUGA:  Polsek Sei Beduk: Ramadhan Bulan Baik Per-erat Hubungan Dengan Masyarakat

Di kesempatan itu, Teddy yang berdarah Kalimantan Tengah ini menghimbau warga Kota Ambon serta Maluku pada umumnya agar jangan mencoba menyelundupkan miras jenis sopi ini ke Ambon.

“Saya himbau kepada warga, selama belum ada payung hukum yang dapat melegalkan sopi, maka jangan coba-coba menyelundupkan masuk ke Kota Ambon. Akan kita razia terus menerus tanpa kenal waktu,” tegas Teddy.

Ayah dua anak ini berharap agar seluruh lapisan masyarakat dapat bersama-sama dengan aparat keamanan menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif setiap saat, apalagi hanya beberapa hari ke depan akan ada pesta demokrasi nasional.

“Tugas menjaga kamtibmas jangan hanya dibebankan kepada aparat keamanan saja. Kita punya banyak keterbatasan. Karena itu peran serta secara aktif dari masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga masing-masing wilayahnya agar tetap aman dan tentram,” pungkas Teddy. (MAL)

Komentar