oleh

CRC: Strategi Kampanye Kedua Elektabilitas Calon Presiden

Kabartoday, Jakarta – Berdasarkan hasil survey di bulan Januari 2019, Celebes Research Center (CRC) mencatat dari 1200 responden yang disurvei, secara umum pasangan Jokowi-Amin unggul tipis dibandingkan pasangan Prabowo-Sandi. Namun demikian, hasil ini bukan jaminan pada April 2019 nanti.

“Nanti masih bisa dipengaruhi oleh kinerja timses, tergantung kepada strategi-strategi yang dilakukan pada 60 hari kedepannya,” ujar Direktur Eksekutif CRC, Herman Heizer, Minggu (10/2/2019) di Jakarta.

Menanggapi hasil survey tersebut, Politisi Golkar, Bambang Soesatyo, SE, MBA mengatakan bahwa siapapun yang menang dalam pilpres 2019 nanti, baginya tidak ada masalah. Namun demikian, jika melihat beberapa data yang ada, menariknya kepuasan publik terhadap Jokowi masih diatas 50 persen. Oleh karena itu, sebaiknya kedua Paslon harus menawarkan program yang baik dan nyata serta masuk akal dengan cara mengubah gaya kampanye mereka masing-masing.

BACA JUGA:  Jalan Amblas di Pulau Seram, Akses Transportasi Tiga Kabupaten Lumpuh Total

“Kedua Paslon harus menawarkan program yang baik dan nyata serta masuk akal. Faktanya sekarang saling menghujat dan fitnah yang tidak bermutu sehingga melihat perdebatan yang tidak substansial tersebut membuat publik menjadi lelah,” tutur Bambang.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Al-Azhar Makassar, Prof. Asep Saifuddin, MSC menilai, apa yang dicapai oleh CRC adalah pembelajaran yang baik. Tetapi karena pemilihan itu sendiri belum selesai dan masih ada parameter yang bergerak, maka hasilnya lebih sulit. Ia juga mengingatkan kepada lembaga survei, agar memilih calon responden yang tidak memiliki tanda-tanda yang mengarah kepada keberpihakan terhadap salah satu calon.

BACA JUGA:  Anies Penuhi Janjinya Membangun Stadiun Sepakbola Sekelas Dunia

“Ini perlu mulai dipikirkan agar hasilnya tidak bias. Dengan adanya survey ini, kedua Paslon harus berterima kasih karena dengan hasil itu, kedua Paslon bisa menyiapkan strategi apa yang akan dipakai dan membuat prioritas strategi yang baik,” jelasnya.

Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, MSI berpendapat, jika melihat secara umum jika dibandingkan survei lain, CRC lebih mengambil jalan tengah. Selisihnya bagi kedua calon tidak begitu jauh. Adanya peran kode etik di KPU untuk mengawasi lembaga survei yang tidak kredibel dan meresahkan rakyat.

BACA JUGA:  Perawat RSUD Kab Tangerang Meninggal Tersengat Binatang Jenis Serangga

“Yang menjadi catatan adalah soal perbaikan ekonomi yang dikehendaki oleh rakyat yang seharusnya dapat dikapitalisasi oleh kedua pasangan. Kuncinya siapa yang menangkap opini rakyat untuk kesejahteraan rakyat maka ia akan memenangkannya,” jelas Adi.

Sementara itu, menanggapi masuknya Ahok ke kubu PDIP, Adi berpendapat bahwa hal tersebut harus dimaknai sebagai peristiwa politik yang biasa saja. Untung ruginya bagi kedua pasangan harus dilihat melalui hasil survey.(Bbg)

Komentar