oleh

CSR Tak Jelas, Bupati Karo Sidak PT Ultra Sumatera Dairy Farm

-Aktual-40 views

Kabartoday, KARO – Bupati Karo Terkelin Brahmana SH didampingi Kadis Pertanian Karo Sarjana Purba STP MM, Kadisperikanan Karo Ir Metehsa Purba, Kabid Peternakan Herniwaty Perangin – Angin, serta OPD terkait lainnya, lakukan Insoeksi Mendadak ke PT Ultra Sumatra Dairy Farm yang bergerak dalam Peternakan Sapi dan Jndustri, Selasa (9/7/2049) di Desa Pertibi Tembe Kecamatan Merek.

Sidak kali ini dikatakan Bupati, pihaknha ingin menjajaki sejauh mana manfaat keberadaan Perusahaan tersebut terhadap lingkungan sekitar, juga Kontribusi Corporate Social Responsibility (CSR) ke Pemda Karo.

“Kita juga ingin memastikan bahwa kelengkapan adminitrasi yang berurusan dengan Pemda Karo, semua sudah diurus oleh Perusahaan tersebut. Baik dokumen Lingkungan, IMB dan sebagainya, ini harus Kita cocokan dengan keterangan OPD terkait, bahwa semua sudah lengkap”, kata Terkelin saat bertemu dengan manajer PT Sumatera Dairy Farm.

BACA JUGA:  Pernyataan Kapolres Bekasi; Terduga Teroris Ledakan Dirinya Ketika Mau Ditangkap

Terkelin juga mengatakan, disamping pihaknya ingin lihat bagaimana Pengembangan Sapi, jangan hanya dengar dari cerita orang saja.

“Nah, itulah Kita lihat, nanti sambil berjalan Kita keliling, Kita cek semua, adminitrasinya dan ke depan CSR nya, biar OPD terkait yang menangani untuk menindaklanjuti”, ucap Terkelin.

Selama ini dirinya memastikan PT Sumatera Dairy Farm belum ada memberikan kontribusi CSR ke Pemda Karo, sejak keberadaannya di wilayah Pertibi Tembe.

“Dengan Kita datang, mudah – mudahan pihak Perusahaan akan mengerti dan ada kerja sama dengan OPD terkait yang membidangi”, sebut Terkelin.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Liasma Br Ginting menyebutkan, sebelumnya dokumen lingkungan PT Sumatera Dairy Farm sudah diterbitkan seluas 73 Haktare di Tahun 2012.

BACA JUGA:  Anies Baswedan Ikut Menandu Keranda Jenazah Naufal Rosyid⁣

“Nah, sekarang ini ada penambahan luas Lahan 83 Haktare. Otomatis pihak Perusahan mengajukan Perubahan Dokumen Lingkungan, agar diterbitkan ulang dan itu masih dalam tahapan proses agar Output nya Izin Lingkungan”, ujar Liasma.

Di tempat sama, Manager PT Sumatera Dairy Farm yang diwakili Dinda mengaku, agak terkejut dengan kedatangan Pejabat Nomor Satu di Kabupaten Karo bersama rombongan. Sebab katanya, tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

“Perusahaan ini sekarang memiliki Sapi jenis Frisian Holland (FH) yang berjumlah lebih kurang 500 Ekor. Sapi ini rata – rata sudah menanjak Dewasa, sudah tahap pengembangan agar beberapa tahun ke depan akan diperah susunya. Namun, sekarang belum beroperasi secara utuh, mengingat Sapinya belum Dewasa”, terang Dinda.

BACA JUGA:  Turut Berduka Cita Kapolres Pandeglang Hadiri Pemakaman Alm KH. Ahmad Syulala Sanusy

Sementara Kadis Peternakan Metehsa dan Kabid Peternakan Herniwaty Br Perangin Angin mengatakan, pihaknya belum ada pintu masuk untuk meminta Perusahan PT Sumatera Dairy Farm terkait Kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karo, selain seusai Perda Tahun 2012 tentang Kontribusi Lemungutan Rumah Potong Hewan (RPH).

Menurutnya, kondisi ini berlaku jika pihak Perusahan melakukan Penjualan Sapi yang Apkir, maka dikenakan Biaya Kutipan sesuai Lerda Rp. 20.000/Ekor.

“Sedangkan untuk CSR nya, nanti ke depan Kita kordinasikan dengan pihak Perusahaan, mudah – mudahan tidak Jalan buntu”, jelas Metehsa dan Herniwaty. (Gogo)

Komentar