oleh

Dadang Hermawan Terapkan Pendidikan Vokasi Bagi Kaum Milenial

Kabartoday, Bali – Dunia pendidikan kini telah diminati berbagai usia, terlebih kaum minlenial yang kian menggandrungi konsep pendidikan yang dibawa oleh seorang yang memiliki jiwa loyalis. Melalui konsep pendidikan Vokasi, Dr. H. Dadang Hermawan ini juga mampu mengadopsi berbagai unsur sebagai motivasi kuat di dunia institusi pendidikan.

Dadang berkonsisten, penuh visi, berpikiran out of the box, termasuk milenialis (berpikir sesuai arus perkembangan jaman), berpola inovatif, dan memiliki pemikiran layaknya anak muda penuh semangat.

Dikabarkan, Dadang mulai menguat ketika dirinya mengikuti seleksi jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Bahkan pada draft nomor urut pendaftaran paling atas.

Dalam setiap diskusinya, Dadang selalu menitikberatkan pada disiplin ilmu yang membutuhkan keahlian/vokasi. Menurutnya pendidikan yang langsung praktek, siswa atau mahasiswa sangat diminati kaum Milenial.

BACA JUGA:  Rispanel Arya akan bangun rumah aspirasi masyarakat

”Mereka harus ahli dibidangnya, untuk itu di didik dari mulai tingkat SLTA sampai Perguruan tinggi, baik itu Diploma maupun setingkat Sarjana haruslah orang-orang yang sangat ahli di bidangnya, terutama bidang tekhnik, mesin, industri dan tekhnologi/TI. Karena kita butuh banyak Insinyur, bukan manajer, kita kekurangan tenaga ahli, dan kitalah yang mencetaknya, sehingga kita akan mampu bersaing di dunia global. “Jelas Dadang dalam diskusinya beberapa waktu lalu di Kampus ITB Sitkom Bali.

Pendidikan keahlian tersebut dikatakan Dadang harus memiliki prosentase lebih besar daripada pendidikan pengetahuan umum dan manajemen.

Leadership dengan perpaduan kepemimpinan bergaya timur dan barat menjadi kunci penerapan system yang dilakukan Dadang Hermawan. Ia berhasil membuat group ITB Stikom Bali sukses menjadi 29 group institusi pendidikan swasta dan bisnis, sehingga menjadi yang diperhitungkan nama besarnya di Bali dalam kurun waktu kurang dari 8 tahun.

BACA JUGA:  Kapolres Pandeglang Ajak Peran Aktif Masyarakat Wujudkan Pemilu Damai

Kemampuan atau skill harus dimulai di-asah semasa menjadi pelajar dan mahasiswa. Kemampuan ini akan menjadi semakin expert ketika seseoang mulai masuk dalam dunia kerja yang sesungguhnya.

”Anda bisa bayangkan, Negara kita akan diperhitungkan jika pendidikan Vokasi ini dapat diterapkan disemua element. Nantinya kita akan menjadi Negara produsen dibidang tekhnologi. Kedepannya, TKI-TKI akan menjadi tenaga ahli, para insinyur, atau operator dari mesin – mesin canggih. “urainya.

Hasilnya, nama kampus ITB Stikom Bali telah menjadi kampus IT terbesar di pulau dewata, bahkan diakui merambah ke wilayah – wilayah Timur Indonesia dan menjadi nomor tiga (3) untuk kampus IT terbaik diseluruh Indonesia.

BACA JUGA:  Kebakaran Disamping Kantor Pertamina Ambon, Kerugian Material Ratusan Juta Rupiah

Bukanlah hal yang mudah untuk membangun sebuah kerajaan bisnis pendidikan, mengingat Dadang Hermawan adalah seseorang yang bukan orang asli Bali.

Dadang Hermawan merupakan asset bangsa. Sebagai entrepreneur sejati yang loyal terhadap institusi dan pimpinannya, Dadang disebut sebagai seorang pemimpin yang menginspirasi dan mengayomi bawahannya, bahkan ia bisa menjadi seorang sahabat bagi rekan dan partner bisnisnya.

“Melalui bidang ilmu, visi dan gagasan cita-citanya, Dadang Hermawan telah mampu membuktikan kiprahnya secara Nasional. Mendikbud dan bangsa ini membutuhkan sosok Nasionalis, pekerja keras, pekerja cerdas, dan pekerja tuntas seperti Dadang Hermawan. “Pungkas Bambang Sudjati senior pengajar Audio Visual eks Pustekom ini saat dikonfirmasi, Senin (30/3/2020)[]Op/red

Komentar