oleh

Dansat Brimob Maluku Apresiasi Sikap Sabar Anggota Kodam Pattimura Hindari Perkelahian

-Daerah-5.821 views

Kabartoday, Ambon – Komandan Satuan Brimob Polda Maluku Kombes Pol M Guntur mengapresiasi sikap anggota Kodam XVI/Pattimura Serka Peryngatan Halawa yang tidak meladeni sikap brutal salah satu anak buahnya Brigpol VH mengajak berkelahi.

“Syukurlah saat itu anggota Kodam tidak melayani, saya berterima kasih dan apresiasi sikap anggota Kodam tersebut,” ujar Guntur kepada Kabartoday di ruang kerjanya Senin (1/4).

Menurutnya, jika saat itu anggota Kodam mengikuti emosinya meladeni tantangan dan terjadi perkelahian dengan anggotanya, ia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi termasuk efeknya.

“Karena kalau dilayani (perkelahian-red), kita tidak tahu apa yang terjadi kemudian. Syukur bisa menahan diri,” kata Guntur.

Peristiwa yang nyaris memicu perkelahian dua anggota aparat keamanan ini terjadi Minggu (31/3) sekitar pukul 20.00 WIT di rumah tinggal Serka Peryngatan Halawa, RT 002 RW 004 Desa Hative Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Saat itu, anggota Brimob Polda Maluku Brigpol VH yang baru usai konsumsi minuman keras mengamuk di sekitar tempat tinggalnya. Dua rumah tetangga menjadi sasaran lemparan batu pelaku. Salah satu rumah itu milik Serka Peryngatan Halawa yang bertugas di Setumdam XVI/Pattimura.

BACA JUGA:  Zuhdi Mamduhi Sebut Pulo Gadung Central Publik Dengan Layanan Bobrok
Kaca jendela rumah Serka Pery Halaman yang pecah karena dilempar Bripka VH

Setelah melempar rumah anggota Kodam hingga kaca jendela ruang tamu pecah, Brigpol VH juga mendatangi hingga diteras rumah Serka Pery. Dia mengumpat dan memaki Serka Pery sekeluarga. VH juga sempat menantang Pery untuk berduel. Namun tantangan VH ini tidak diladeni anggota Kodam tersebut.

Aksi low profile Serka Pery ini diapresiasi Kombes Pol Guntur. Ini menandakan jiwa kebersamaan dan sinergitas TNI-Polri di Maluku berjalan dengan baik. Jika ada anggota yang bersalah, biarlah proses hukum yang berbicara. Jangan main hakim sendiri yang bisa mengakibatkan efek negatif.

“Saya kira selama ini hubungan kita dengan rekan-rekan TNI sangat baik. Menyangkut ada anggota Kodam yang rumahnya menjadi korban pengrusakan, ini saya akan tindak lanjuti akan komunikasikan dengan pimpinannya dalam hal ini Kepala Setum Dam,” ujar Guntur.

Ia jelaskan, alasan anggotanya melempar rumah anggota Kodam karena menduga orang yang dicari menyembunyikan diri di rumah anggota TNI.

BACA JUGA:  UKM Kampung Babakan Setu Tangsel Harus Ada Formula Khusus, Kata Farha Diba

“Hasil pemeriksaan anggota provost kami, bahwa saat itu korban yang pertama lari ke rumah anggota Kodam. Sehingga ia nekat melempar rumah anggota Kodam,” jelasnya.

Ia tegaskan, perbuatan tidak terpuji anak buahnya itu akan diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Sementara itu, Serka Peryngatan Halawa yang ditemui di kediamannya saat peristiwa itu mengungkapkan, ia memilih menahan diri tidak meladeni tantangan duel oknum anggota Brimob itu karena mengutamakan kepentingan umum.

“Saya memang emosi juga karena selain rumah saya dilempar hingga pecah jendela, keluarga saya juga dimaki-maki. Bahkan saya ditantang untuk berkelahi. Tetapi saya berpikir jika saya ladeni maka akibatnya akan besar. Karena itu saya memilih menghindar agar situasi Kamtibmas tetap terjaga kondusif. Apalagi tinggal beberapa hari lagi kita sudah masuk Pemilu legislatif dan Pemilihan Presiden,” terangnya.

Serka Pery Halawa, anggota Setumdam XVI/Pattimura

Dibenak Serka Pery juga saat itu tidak mau merusak sinergitas dan kebersamaan TNI-Polri di Maluku yang berjalan sangat baik. Selama ini, Panglima TNI dan Kapolri hingga pimpinan di daerah setiap saat menyampaikan pentingnya kebersamaan atau sinergitas institusi TNI dan Polri mengawal NKRI. Karena itu ia memilih menghindari potensi gesekan yang bakal terjadi. Ia percaya tindakan Brigpol VH ini pasti akan mendapat sanksi dari pimpinannya.

BACA JUGA:  Pesan Wagub Kalbar, Orangtua Harus Exstra Awasi Anak-Anak

Menurut anggota Kodam yang masuk menjadi anggota TNI pada tahun 1995 ini, bahwa sebagai bagian dari aparat keamanan, menjadi kewajiban utama untuk menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif di tengah masyarakat.

“Masyarakat pasti berkaca kepada kita aparat keamanan. Jika bukan kita yang menjadi tiang utama menjaga Kamtibmas, maka siapa lagi. Kita harus memberi contoh kepada masyarakat. Karena jika kita (aparat-red) yang menjadi penyebab gangguan kamtibmas, maka bagaimana kita bisa mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas,” ungkap putra Pulau Nias Provinsi Sumatera Utara ini.

Menyangkut peristiwa ini, Pery mengaku telah berkoordinasi dengan atasannya dalam hal ini Kepala Setumdam meminta petunjuk lebih lanjut. (MAL)

Komentar