oleh

Dati Lessy Klaim PT ASDP Salah Bayar Ganti Rugi Lahan Pelabuhan Ferry Hunimua Ambon

-Daerah-173 views

Kabartoday, AMBON – Warga Negeri Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah menggelar aksi damai di kawasan pelabuhan penyeberangan Ferry Hunimua, Senin (29/3/2021).

Puluhan warga yang merupakan anak cucu turunan Dati Lessy ini dengan tegas menolak penjualan sepihak lahan pelabuhan penyerangan Ferry oleh anak cucu turunan Hi Abdul Talib Lesylaisiruhu kepada PT ASDP.

Aksi damai keluarga besar Dati Lessy ini diterima Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon Syamsuddin Tanassy.

Kepada PT ASDP, Keluarga Besar Dati Lessy menyampaikan aspirasi yang tertuang dalam surat yang ditujukan kepada Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferri (Persero) Up. Direktur SDM dan Umum di Jakarta.

Sebagian warga anak cucu Dati Lessy Negeri Liang dengan maklumat kepemilikan tanah Dati yang dipasang di dalam areal Pelabuhan Ferry Hunimua Ambon.

Dalam surat yang ditandatangani Achmad Lessy sebagai Kepala Dati Lessy menyatakan bahwa pembayaran ganti rugi lahan yang dilakukan oleh PT ASDP kepada turunan Hi. Abd Talib Lesylaisiruhu (mantan kepala dati Lessy insidentil) adalah salah bayar. Bukan kepada pemilik lahan sebenarnya.

BACA JUGA:  Polisi Olah TKP Home Industri Sabu Di Perumahan Kalideres

Achmad Lessy tegaskan kepemilikan lahan ini merupakan milik Dati Lessy sesuai Register Dati 14 Mei 1819, Akta Hunimua tahun 1903 serta putusan adat tahun 1920.

“Pembayaran lahan sebagai salah bayar kepada yang bukan pemilik lahan karena sesungguhnya pemilik lahan tersebut adalah dati Lessy yang saat ini kepala dati adalah Achmad Lessy, kami tidak akan kompromi dengan siapapun yang ingin beraktifitas di atas lahan dimaksud tanpa sepengetahuan kami,” tegasnya saat membacakan surat ini di hadapan manager usaha PT ASDP Cabang Ambon.

Di areal pelabuhan, mereka memasang baliho maklumat yang berbunyi “Tanah areal dermaga penyeberangan Hunimua dan lokasi pariwisata pantai Liang maupun tanah dusun dati Amaheru adalah milik Dati Lessy, berdasarkan register dati 14 Mei 1819, dan bukan milik anak cucu almarhum Hi Abdul Talib Lesylaisiruhu (mantan kepala Darinsidentil)”.

BACA JUGA:  Kapolda Maluku : Kampung Tangguh Juga Harus Bebas Narkoba

Usai aksi damai, Achmad Lessy selaku Kepala Dati Lessy kepada media ini katakan aksi warga yang dilakukan adalah soal tanah Dati.

Achmad Lessy, Kepala Dati Lessy, Negeri Liang.

“Aksi warga hari ini adalah terkait tuntutan masalah tanah Dati, yang sengaja dirampas oleh orang lain. Dan kami tidak menerima itu,” tegas Achmad Lessy.

Ia jelaskan berbicara soal tanah Dati haruslah melibatkan anak-anak Dati serta turunan Dati dimana untuk Dati Lessy di Negeri Liang adalah yang saat ini Kepala Dati Achmad Lessy. Selain dari turunan Dati Lessy yang sah, maka keluarga besar Dati Lessy menolak dengan tegas.

“Selain dari kepala dati maka kami tidak menerima. Dan kepada pihak ASDP, kami sudah menyampaikan tuntutan untuk tidak melakukan pengembangan kalau belum ada penyelesaian dengan pihak kepala dati,” tegasnya.

BACA JUGA:  LSM KPK TIPIKOR Jabar Berkunjung Ke Kesbangpol Jawa Barat

Ia nyatakan hingga saat ini tanah areal pelabuhan Ferry ini masih berstatus milik anak-anak dati Dati Lessy karena belum pernah ada transaksi dengan Kepala Dati.

Terhadap tuntutan permasalahan lahan oleh keluarga besar Dati Lessy, manager usaha PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon Syamsuddin Tanassy katakan akan melanjutkan aspirasi warga ini kepada atasannya.

Syamsuddin Tanassy,SE – Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon.

“Kalau masalah tanah, saya tidak punya kapasitas berbicara masalah status tanah, itu pimpinan saya yang punya wewenang untuk bicara ini. Mereka sudah sampaikan tuntutan, nanti akan saya sampaikan kepada pimpinan di kantor,” ujar Syamsuddin.

Manager usaha yang lebih akrab dipanggil Ongen mengapresiasi aksi damai warga ini karena tidak mengganggu aktivitas pelabuhan.

“Saya apresiasi aksi yang dilakukan dari basudara Dati Lessy yang berjalan lancar dan aman, serta tertib. Tidak mengganggu kelancaran di pelabuhan maupun operasional kapal,” ungkap Ongen.

Aksi warga yang berlangsung lebih satu jam ini berjalan dengan aman dan tertib dalam pengawalan aparat kepolisian Polsek Salahutu yang dipimpin langsung Kapolsek Salahutu Iptu Sam Sholeh. (Manuel)

Komentar