oleh

Deklarasi Gerakan Pribumi Indonesia

Kabartoday, Jakarta – Deklarasi Gerakan Pribumi berlangsung Rabu (27/2/2019) siang di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan.

Acara dihadiri oleh para Tokoh politik, para Tokoh Nasional serta aktivis Hak Azazi Manusia HS. Dillon dan pembicara akal sehat Rocky gerung yang membakar semangat tamu undangan dan kader dari perwakilan DPD, DPC seluruh Indonesia.

Banyak para tokoh tamu kehormatan dan para pakar sebagai embrio Think Tank Gerakan Nasional untuk Pribumi Indonesia, yang sekaligus sebagai Deklarator, dan sebagai pemberi masukan penting hingga Gerakan ini lahir.

BACA JUGA:  Kunker di Banyuwangi, Delapan Kepala Daerah Belajar Berbagai Inovasi dan Prestasi

Gerakan Pribumi Bersatu lahir untuk mengadvokasi, memperjuangkan hak-hak sah rakyat Bumi Putra.

Dengan Visi ‘Rakyat Bumj Putra Adalah Pewaris SAH dan Pemilik Negara’.

“Gerakan Bumi putra (GBP) atau pribumi adalah Perkumpulan dengan jati Diri Religius Inklusif dan Nasionalis. Mereka yang hadir menjadi gerakan bagi Pribumi Indonesia dalam memperjuangkan keadilan dan kemakmuran bagi rakyat Indonesia, ‘Yang berketuhanan YME dan berkeadilan serta menjunjung nilai luhur dari UUD 1945 dan Pancasila. “Jelas Sekjen GBP Dr. Hazairin Pohan kepada awak media yang hadir.

BACA JUGA:  Menyikapi Wabah Virus Corona, Taman Impian Jaya Ancol Tutup Sementara

Mengapa gerakan Bumiputera lahir? Antara lain sebagai berikut:

Pertama, membangkitkan kesadaran yang kuat di kalangan generasi muda bahwa merekalah pewaris sah pemilik negeri ini.

Kedua, berjuang untuk memberikan pengakuan, perlindungan, pengarus-utamaan hak-hak istimewa yang sah kepada rakyat bumi putra di bidang politik, hukum, ekonomi dan sosial budaya dalam program pembangunan negara.

BACA JUGA:  Terkait Insiden Gebrak Meja Kantor Desa Kedungrejo Hingga Rusak, Anggota LSM GMBI Mengaku Lupa

Ketiga, mendorong generasi muda dan seluruh komponen bangsa menyepakati arah masa depan dalam mengembalikan posisi Rakyat Bumi Putra sebagai pewaris sah dan pemilik sah Bumi Nusantara yang dilindungi oleh konstitusi, Hukum perundang- undangan, kelembagaan, infrastruktur dan kebijakan Nasional berdasarkan asas demokrasi dan hak asasi manusia.

“Rakyat Bumi Putra atau pribumi harus berjuang untuk peran sahnya dalam menentukan Nasib sendiri guna mewujudkan keadilan kemakmuran dan kesejahteraan. “ucapnya.(Hsw)

Komentar