oleh

Di MK, BW Ungkap Kemenangan Prabowo-Sandiaga Unggul 52%

Kabartoday, Jakarta – Pembacaan sidang pembukaan di Mahkamah Konstitusi (MK), Ketua tim hukum Prabowo Subianto Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto (BW) membacakan berkas pokok permohonan dalam sidang perdana sengketa Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

BW menegaskan pihaknya menolak hasil rekapitulasi penghitungan suara Pilpres 2019 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

BW juga menilai KPU dengan sengaja telah melakukan kecurangan untuk memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dengan jumlah perolehan 85.607.362 suara.

BACA JUGA:  Kivlan Zen, 9 Mei 2019 Kita Merdeka, Yang Menghalangi Kita Lawan

“Terjadinya kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) oleh KPU, maka kami menolak situng yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum. “kata BW saat memaparkan sidang perdana di MK, Jum’at (14/6/2019).

Menurut ketua tim hukum Prabowo-Sandiaga ini, dengan ditetapkannya Jokowi-Ma’ruf Amin melalui cara-cara yang tidak benar, melawan hukum atau setidak-tidaknya dengan disertai tindakan penyalahgunaan kekuasaan Presiden petahana, yang juga adalah capres pasangan calon 01, maka kami akan membuktikan hal itu demi kebenaran. “Beber BW.

BACA JUGA:  Tantangan Makin Berat, Mutasi Polri Harus Promoter

Pelanggaran hukum demikian dikatakan BW merupakan kecurangan pemilu (electoral threshold) bersifat terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

Sesungguhnya hasil perolehan suara dimenangkan pasangan calon Prabowo-Sandiaga Uno dengan unggul 52% dan pesaingnya Jokowi-Ma’ruf Amin hanya memperoleh 48%.

“Kami pegang data perolehan suara, yang pertama, Joko Widodo-Ma’ruf Amin 63.573.169 suara atau 48%. dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno 68.650.239 suara atau 52%. “ucap BW.(Op/red)

Komentar