oleh

Didampingi Aktivis Yunus, Warga Kontra Tambang Bakal Hearing ke DPRD Banyuwangi

Kabartoday, BANYUWANGI – Peristiwa ricuhnya warga kontra tambang dengan warga lain di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, yang terjadi beberapa hari belakangan ini hingga kini belum tampak kondusif. Terlebih pasca persitegangan adu mulut antara aktivis M Yunus Wahyudi selaku pendamping warga kontra tambang dengan karyawan PT BSI yang mengawal penelitian mineral bawah tanah dari Universitas Tri Sakti Jakarta.

BACA JUGA:  Ketajaman Insting Hakim Konstitusi Suhartoyo Terhadap Kejujuran KPU

Timbulnya kericuhan antar warga tersrbut disimpulkan oleh aktivis kontroversial Banyuwangi ini, diduga justru dimunculkan pihak perusahaan tambang emas PT BSI.

Menurutnya, perusahaan tambang emas tidak membuat warga menjadi damai, tetapi malah terkesan diadu domba. Penyebabnya, warga yang dulu kontra sekarang menjadi pro ke perusahaan.

“Saya tahu mereka semua, mereka dulu juga teman saya saat kontra. Seperti dd, wj dan yang lainnya. Mereka adalah tokoh tokoh warga Dusun Pancer,” sergah Yunus, ditemui usai kejadian di Dusun Pancer, Sabtu (11/1/20).

BACA JUGA:  *Zulkifli : Pelaku Amandemen UUD 1945 Adalah Generasi Perusak*

Untuk itu, kata Yunus, agar tidak terjadi bentrok antar warga yang mungkin lebih parah lagi, dalam waktu dekat dirinya hendak menghadap bupati dan akan segera melakukan hearing ke DPRD Banyuwangi.

“Dalam waktu dekat saya akan menghadap bupati dan kita kerahkan massa kontra untuk hearing ke DPRD menuntut perusahaan tambang emas supaya ditutup,” tegasnya.

BACA JUGA:  Kapolresta Tangerang Tegaskan Agar Humanis saat Laksanakan Pam Pilkades.

“Saya prihatin dengan warga Dusun Pancer saat ini. Mereka teradu domba, dibenturkan dengan aparat, dan warga lainnya,” pungkas Yunus, yang dijuluki sebagai Harimau Blambangan ini. (Har) 

Caption : Aktivis Yunus Wahyudi saat bersitegang dengan karyawan PT BSI ketika mendampingi warga kontra tambang emas Tumpang Pitu

Komentar

News Feed